Comprehensive media check, telisik red flag pada calon karyawan

media checks

Comprehensive media check, telisik red flag pada calon karyawan

media checksKasus Rafael Alun Trisambodo, pejabat Indonesia di Direktorat Jenderal Pajak yang tersangkut dugaan korupsi karena flexing (pamer) gaya hidup mewah keluarganya di media sosial, menjadi pemantik bagi publik untuk secara masif memeriksa media sosial pejabat-pejabat lainnya. Fenomena ini bisa menjadi sebuah pembelajaran bagi perusahaan bahwa pemeriksaan media search, termasuk media sosial, bisa menjadi salah satu metode untuk menelisik tanda red flag saat memeriksa latar belakang calon karyawan.

Di era digital, media sosial menjadi salah satu cerminan reputasi seseorang. Dengan mengecek media tersebut, dapat ditemukan informasi mengenai komentar maupun unggahan, hobi, komunitas pertemanan, bahkan ideologi.

Dari unggahan ‘toxic’ hingga judi

Tidak sedikit kandidat yang mempunyai rekam digital yang kurang baik. Hal ini tak hanya merusak reputasi mereka sendiri, tetapi juga berpotensi merusak reputasi perusahaan yang akan merekrut mereka.

Pada salah satu kasus, hasil pengecekan terhadap seorang calon karyawan ditemukan bahwa ia pernah membagikan postingan berupa video seseorang tanpa busana di akun media sosialnya. Dengan secara sengaja mengunggah konten yang tidak beretika tersebut, calon karyawan ini telah merusak reputasinya sendiri.

Di kasus lainnya, kandidat memiliki sebuah blog pribadi yang tertaut dengan judi online—strategi berjudi di kasino, informasi mengenai situs agen bola untuk taruhan hingga judi poker.

Pemeriksaan lebih lanjut

Red flag yang ditemukan saat melakukan media search sering kali memerlukan tindakan lebih lanjut, contoh jika kita menemukan nama kandidat tertera di situs pengadilan, khususnya kasus terkait tindakan kriminal.

Terdapat daftar tantangan yang cukup panjang untuk memastikan nama yang tertera di dalam situs adalah individu yang sama dengan nama calon karyawan. Ada kalanya nama calon karyawan terlalu populer atau bahkan hanya memiliki satu suku kata, sehingga sulit untuk memastikannya. Untuk itu, diperlukan pengecekan dokumen dan informasi tambahan lainnya untuk identifikasi dan memverifikasi. Bahkan, tidak jarang kunjungan lapangan ke pengadilan diperlukan untuk identifikasi lanjutan.

Rekam jejak dan kecenderungan perilaku menjadi salah satu indikator yang sangat penting bagi perusahaan dalam menilai dan mempertimbangkan kelayakan kandidat untuk direkrut. Informasi penting seperti ini tentu tidak akan perusahaan dapatkan hanya dari CV dan hasil wawancara.

Sangat penting bagi organisasi untuk memitigasi risiko reputasi secara efektif. Strategi mitigasi risiko dengan comprehensive media check memungkinkan organisasi melindungi aset dan keamanan tempat bekerja, serta menghindari potensi kerugian dari skandal yang viral.

Meski demikian, dalam melakukan comprehensive media check, diperlukan alokasi waktu dan keahlian yang khusus. Integrity Asia dapat membantu organisasi melakukan comprehensive media check untuk memastikan bahwa pelamar memenuhi persyaratan untuk bekerja di perusahaan Anda.

 

Photo by Adem AY on Unsplash

Putri

Share this post


ANGGOTA DARI

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

EMAIL

BERLANGGANAN NEWSLETTER

Dapatkan perkembangan berita dan wawasan industri

    REFERAL KAMI

    Copyright – INTEGRITY – All Rights Reserved © 2023 – Privacy Policy | Terms of Services | Content Protection by DMCA.com