Whistleblowing: 5 Langkah yang Perusahaan Perlu Lakukan Untuk Kurangi Rasa Takut Whistleblower

 In Artikel

Bukan rahasia lagi bahwa karyawan yang menjadi pelapor (whistleblower) sering menjadi sasaran pembalasan yang mengerikan. Mulai dari pengasingan, intimidasi, pemecatan, hingga pelecehan dan banyak lagi. Meskipun ada sistem pengaduan atau sistem whistleblowing, tetapi pembalasan sering kali menyebabkan karyawan enggan melaporkan pelanggaran hingga menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi perusahaan.

Namun, survei oleh Ethics Resource Center (ERC) (2007) berjudul National Business Ethics Survey menemukan bahwa keberadaan budaya perusahaan yang kuat dan etis dapat secara dramatis mengurangi peyimpangan dalam perusahaan dan meningkatkan kemungkinan pelaporan.

Menurut Dr. Purnimal Sehgal dalam makalahnya yang berjudul Can Whistleblowers live ‘Happily Ever After?’ a Review of Literature on Whistleblowing and its Implication, pengembangan budaya perusahaan yang kuat, etis, sangat bergantung pada komunikasi, komitmen, dan kepemimpinan.

Ada beberapa langkah yang dapat diambil perusahaan terhadap kebijakan sistem whistleblowing untuk mengurangi rasa takut akan pembalasan. Menerapkan langkah-langkah ini juga akan memberikan kesan kuat bahwa perusahaan Anda berkomitmen untuk membangun budaya yang kuat dan etis. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Berikan berbagai pilihan saluran pelaporan, seperti telepon, email, surat, dan pesan teks, untuk pengalaman yang ramah pengguna.
  2. Opsi anonimitas. Opsi pelaporan anonim meningkatkan efektivitas sistem whistleblowing dengan memberikan rasa aman kepada whistleblower.
  3. Respon cepat. Agar para karyawan terdorong untuk melapor, perusahaan harus memastikan bahwa mereka akan menindaklanjuti laporan secara adil dan memberikan laporan terbaru segera kepada pelapor.
  4. Mempromosikan kebijakan sistem whistleblowing. Promosi dapat dilakukan dengan memberikan kebijakan tertulis, memberikan pelatihan kepada karyawan dan mendidik karyawan melalui buletin internal.
  5. Dukungan pemimpin. Sangat penting bahwa para pemimpin di perusahaan dengan jelas menyatakan bahwa mereka mendukung sistem whistleblowing serta mengutuk fraud dan tindakan balasan.

Untuk menerapkan langkah-langkah tersebut, perusahaan Anda memerlukan bantuan dari penyedia sistem whistleblowing pihak ketiga yang memungkinkan pelaporan yang aman dan anonim.

Integrity Indonesia, melalui Canary® WBS memberi klien berbagai saluran pelaporan yang ramah pengguna dan aman. Staf kami yang terlatih dan analis berpengalaman  memoderasi dan meninjau laporan yang masuk dengan seksama dan memastikan kerahasiaan pelapor (jika diminta). Klien juga memiliki akses ke dasbor mereka, yang memungkinkan mereka untuk menindaklanjuti laporan yang sudah ditinjau.

Kami menyadari bahwa komunikasi yang efektif adalah salah satu kunci keberhasilan sistem whistleblowing. Oleh karena itu, kami membantu klien kami dalam memberikan edukasi dan berkomunikasi tentang sistem whistleblowing kepada karyawan mereka dengan menyediakan pelatihan dan media kit.

Hubungi kami hari ini untuk informasi lebih lanjut tentang Canary® WBS.

 

Baca juga:

Seperti Ini Universitas Standford Menerapkan Sistem Whistleblowing

Bungkam Whistleblower, Reputasi Perusahaan Taruhannya

3 Kriteria Penting Dalam Memilih Vendor Whistleblowing Hotline

Recent Posts

Start typing and press Enter to search