Pengendalian Internal: 3 Keterbatasan yang Perlu Perusahaan Anda Antisipasi

 In Artikel

Pengendali internal memainkan peranan penting dalam pencegahan fraud di perusahaan. Berdasarkan riset yang dikemukakan oleh ACFE, kurangnya pengendalian internal merupakan faktor penyumbang utama hampir satu pertiga dari kasus-kasus fraud.

Seperti kata pepatah ‘tak ada gading yang tak retak’, meskipun perusahaan Anda sudah berupaya membuat pengendalian internal sebaik mungkin, selalu ada keterbatasan yang membuatnya bekerja tidak sempurna. Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk memantau implementasi dan secara rutin melakukan evaluasi terhadap sistem pengendalian internal.

Sebuauh penelitian berjudul The Impact of Weak Internal Controls on Fraud, menyebutkan beberapa keterbatasan pengendalian internal, tiga di antaranya yaitu; kesalahan manusia, pengesampingan prosedur dan kebijakan, dan kolusi. Penelitian tersebut dilakukan terhadap sebuah perusahaan multinasional Malaysia dengan metode campuran pengumpulan data dan analisis, wawancara tatap muka dan analisis arsip.

 

  1. Kesalahan manusia

Efektivitas pengendalian internal dibatasi oleh pengambilan keputusan yang didasarkan pada penilaian manusia. Manusia bisa saja tidak mengerti bagaimana sebuah aspek pengendalian internal bekerja, salah menilai atau dalam kondisi tertentu mengambil sebuah keputusan yang tidak sesuai dengan ketentuan pengendalian internal. Contohnya, karyawan tidak mengerti bagaimana membuat laporan melalui sistem whistleblowing.

Keterbatasan seperti contoh tersebut dapat diantisipasi dengan memberikan edukasi dan pelatihan sistem whistleblowing kepada para karyawan. Integrity Indonesia dengan pengalaman lebih dari lima belas tahun dalam industri kepatuhan siap membantu perusahaan Anda dalam menyiapkan dan menerapkan sistem whistleblowing; Canary® Whistleblowing System.Layanan kami ini termasuk memberikan dukungan komunikasi dan pelatihan kepada para karyawan perusahaan Anda. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut tentang Canary®.

 

  1. Pengesampingan aspek-aspek pengendalian internal

Karena memiliki kewenangan, seorang manajer bisa saja mengabaikan kebijakan dan prosedur. Dalam kondisi mendesak seorang manajer mungkin melakukan sebuah tindakan demi kepentingan perusahaan dengan mengabaikan prosedur yang berlaku. Tetapi, bisa juga ia mengabaikan prosedur demi keuntungan pribadi, contohnya ia secara sengaja melakukan berbagai taktik untuk menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya.

Keterbatasan ini dapat diantisipasi dengan membangun kultur perusahaan yang sehat. Dimulai dengan memberikan teladan yang baik dari atas ke bawah (set the tone from the top). Bangun kesadaran dan berikan dorongan bagi karyawan untuk berkomunikasi secara terbuka.

 

  1. Kolusi

Sistem pengendalian internal yang terlihat sempurna pun masih dapat dipatahkan oleh kolusi para karyawan. Contohnya, karyawan di bagian pembelian, inventori dan keuangan berkolusi untuk membuat pembelian fiktif. Dengan kolusi, kecurangan lebih sulit dideteksi oleh sistem pengendalian internal yang ada. Perusahaan dapat mengantisipasi keterbatasan ini sebaik mungkin dengan pemantauan berkala dan secara konsisten mengembangkan sistem pencatatan transaksi dan perekaman.

 

Baca Juga:

Cegah Fraud, 7 Kontrol Internal Ini Bisa Diterapkan Pada Bisnis Kecil

3 Skandal Kecurangan yang Libatkan Perusahaan Jepang

3 Jenis Fraud yang Umum Terjadi Pada P2P Lending

 

 

 

Photo by Oleg Ivanov on Unsplash

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search