Cara Membuat Pelaku Kecurangan Menebus Kerugian Perusahaan

 In Artikel

Selain kerugian non-material, seperti turunnya moral karyawan, setiap insiden fraud juga pasti meninggalkan kerugian material bagi perusahaan. Berdasarkan laporan yang dirilis ACFE tahun 2018 perusahaan terkecil dan terbesar memiliki median kerugian yang sama. Namun, perusahaan kecil cenderung paling merasakan dampak kerugian tersebut dibanding perusahaan yang lebih besar. Hal ini karena semakin kecil bisnis biasanya memiliki likuiditas yang kecil pula. Sedikit gangguan keuangan bisa menyebabkan hambatan arus kas operasional.

Oleh sebab itu, mengembalikan kerugian materi akibat fraud juga menjadi tahapan penting dalam penanganan fraud. Untuk membuat rencana pemulihan, perusahaan perlu melakukan investigasi untuk mengetahui berapa banyak kerugian, selama berapa periode terjadi fraud, dan berapa keuntungan perusahaan apabila tidak terjadi fraud.

Setelah perusahaan Anda mengetahui situasi yang sebenarnya, hanya ada satu cara untuk menutup kerugian yaitu dengan mengambil alih aset si pelaku kecurangan. Dalam kasus-kasus penggelapan atau pencurian, biasanya pelaku mengubah uang hasil curian menjadi aset barang, seperti properti, kendaraaan, surat utang, perhiasan dan sebagainya.

Baca Juga: Asset Tracing: Hadirkan Barang Bukti, Pulihkan Kerugian

Namun, mengambilalih aset pelaku kecurangan merupakan tugas yang menantang. Pelaku biasanya menyembunyikan atau menyamarkan aset menggunakan nama anggota keluarga, keluarga jauh, teman, atau perusahaan bodong.

Meskipun perusahaan Anda bisa melacak aset pelaku, namun prosesnya cukup berisiko dan menantang karena membutuhkan waktu, energi, dan keterampilan khusus. Oleh karena itu, perusahaan tidak disarankan menjalankan asset tracing secara mandiri. Ada risiko-risiko yang harus dipertimbangkan perusahaan.

Setelah aset-aset pelaku teridentifikasi dan diketahui lokasinya, mereka menjadi peluang yang baik bagi perusahaan untuk menutupi kerugian. Selain membeli aset barang, pelaku kerap kali menggunakan uang curian untuk membiayai perjalanan, hiburan dan menopang kehidupan mewahnya. Jika hal tersebut terjadi, maka secara umum perusahaan tidak punya cara untuk mengembalikan uang yang telah dicuri.

Dalam proses pengembalian kerugian, perusahaan mungkin perlu melibatkan pakar dari pihak ketiga seperti akuntan forensik, IT forensik, dan  investigator tergantung pada skala insiden fraud.

Integrity sudah dipercaya banyak klien selama lebih dari tujuh belas tahun sebagai penyedia jasa audit investigasi bisnis – termasuk untuk kasus pencurian dan penggelapan – layanan asset tracing, skip tracing, dan dukungan litigasi. Untuk mengetahui lebih detail tentang layanan kami, jangan ragu untuk menghubungi kami.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search