Open Source Information (OSINT): Eksploitasi Informasi di Era Tanpa Privasi

 In Artikel

Budaya berbagi mendorong internet menjadi sumber berharga informasi yang tersedia untuk publik. Dari mulai cara memperbaiki alas kaki, menemukan resep makanan, cara membuat pernak-pernik, memesan transportasi, berita terbaru, hingga menemukan lokasi seseorang. Kita berbagi informasi online – bahkan informasi pribadi – lebih dari sebelumnya, seperti yang digambarkan oleh William Orville Douglas:

We are rapidly entering the age of no privacy, where everyone is open to surveillance at all times; where there are no secrets from government.

Dengan kemudahan akses dan informasi yang berlimpah, internet layakanya dua sisi mata uang. Informasi bisa didapatkan dan digunakan oleh seseorang untuk tujuan baik dan buruk.

Kegiatan mengumpulkan dan mengorelasikan informasi bersifat open source inilah yang disebut dengan Open Source Intelligence (OSINT). Adapun menurut Departemen Pertahanan Amerika Serikat definis OSINT adalah Informasi yang tersedia untuk umum yang dikumpulkan, dieksploitasi dan disebarluaskan tepat waktu.

 

Apa yang bisa praktik OSINT berikan untuk kita?

OSINT sudah ada sejak Perang Dunia Ke-2 sebagai alat intelijen bagi banyak badan keamanan nasional. OSINT bisa dipraktikkan untuk uji tuntas (due diligence), investigasi, pengamatan dan cybersecurity. Keberadaan internet mengamplifikasi penggunaan OSINT, namun fundamental OSINT tetap sama.

Sumber informasi bisa apa saja, mulai dari blog, forum online, YouTube, Facebook hingga website pemerintah. Pengguna hanya perlu mengidentifikasi subjek yang ingin mereka cari dan mencarinya secara online melalui mesin telusur (Google, Yahoo!, Bing!), media sosial, dan platform online lainnya.

Ada kasus nyata di mana salah satu investigasi skip tracing kami menggunakan informasi dari media sosial untuk menangkap seorang pelaku kecurangan. Dari akun media sosialnya, tim kami bisa mengetahui apa kebiasaan pelaku, di mana ia bersembunyi, di mana ia biasanya menghabiskan waktu dalam pelarian, dan informasi pribadi lainnya. Berdasarkan informasi tersebut, tim kami berhasil menemukan lokasi di mana ia berada dan menangkapnya.

Baca Juga: Pengintaian Media Sosial (2): Sebuah Kisah Sukses Pelacakan Pelaku Fraud

Namun, ada jenis informasi tertentu yang tidak akan ditemukan di suraface webs karena tidak terindeks di mesin telusur pada umumnya (contohnya, informasi terkait perdagangan obat-obatan terlarang). Untuk mendapatkan informasi semacam itu, seseorang perlu mengakses dark website dengan menggunakan perangkat lunak khusus.

 

Bagian paling menantang

Bagian paling menantang dari praktik OSINT adalah menyaring dan menganalisa informasi dari setiap sumber yang relevan. Untuk mendapatkan informasi yang relevan dan tidak bias dari sekian banyak informasi, seseorang perlu mempertanyakan banyak hal terkait sumber informasi dan informasi yang didapatkan, contohnya, ‘bagaiamana sumber ini mendapatkan informasi?’, ‘Apakah informasi yang diperoleh cukup terkini?’, ‘Apakah informasi yang diperoleh bisa dikonfirmasi?’ dan pertanyaan relevan lainnya. Selain memakan banyak waktu dan sumber daya, tanpa keterampilan, pengalaman, dan petunjuk, seseorang akan kesulitan untuk membuat struktur dan menginterpretasikan informasi.

Oleh karena itu, seseorang atau perusahaan memerlukan pihak ketiga yang terpercaya, berpengalaman dan memiliki personel yang tangkas dalam mempraktikkan OSINT untuk kasus-kasus investigasi, uji tuntas dan pengamatan.

Integrity sebagai perusahaan yang bergerak di bidang mitigasi risiko dan compliance telah dipercaya oleh para kliennya selama lebih dari tujuh belas tahun. Kami menyediakan layanan investigasi bisnis yang terdiri dari investigasi dan audit fraud, investigasi pencurian, pelacakan aset dan banyak lainnya. Hubungi kami untuk informasi lebih detail terkait investigasi bisnis.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search