Peran Digital Influencers Dalam Distribusi Produk-produk Palsu

 In Artikel

Produk-produk palsu sudah banyak ditemui di berbagai platform e-commerce. Kini, distribusi produk-produk palsu mulai merambah masuk ke akun-akun media sosial milik para influencers ternama di Instagram, YouTube, blog dan sebagainya.

Siapakah influencer? Di era digital, istilah influencer merujuk pada pengguna media sosial yang konten-kontennya memberi pengaruh terhadap perilaku online dan offline puluhan ribu hingga jutaan pengikutnya. Hubungan kedekatan dan kepercayaan antara influencer dan followers inilah yang menarik merek untuk memanfaatkan mereka sebagai media pemasaran.

 

Influencer dan distribusi produk palsu

Melalui storrytelling pada platform influencer, merek berharap mereka akan terdengar lebih ‘manusiawi’ dibanding pesan yang disampaikan melalui sekadar logo. Pesan yang terdengar lebih ‘manusiawi’ diharapkan bisa menggapai konsumen potensial yang sudah berbondong-bondong pindah ke platform digital. Pada akhirnya, merek berharap bisa mendapatkan kepercayaan, kesadaran dan loyalitas konsumen.

Sayangnya, pendekatan marketing ini secara tak terhindarkan juga menarik bagi peredaran produk-produk palsu. Contohnya, sebuah kasus yang terjadi di Indonesia pada akhir 2018, beberapa influencers – sebagian dari mereka selebriti ternama – menjalani pemeriksaan oleh polisi karena diduga menjual produk-produk palsu.

Bayangkan seorang konsumen tanpa mempertanyakan keaslian sebuah produk, memutuskan untuk membeli seperangkat kosmetik yang digunakan dan dipromosikan oleh influencer yang ia idolakan dan percaya. Kemudian, ditemukan bahwa kosmetik tersebut palsu. Penggunaan kosmetik palsu membayakan kesehatan konsumen dan menyebabkan kerugian besar bagi merek asli yang disalahgunakan pada produk. Mempertimbangkan besarnya jumlah follower seorang influencer dan dampak yang ditimbulkan dari produk palsu, pemilik merek perlu melakukan pendekatan proaktif dalam mengelola reputasi merek mereka.

 

Upaya perlindungan merek

Satu langkah penting yang bisa diambil oleh pemilik merek yaitu menerapkan program brand protection yang termasuk tindakan preventif dan kuratif. Di Indonesia, program brand protection telah diterapkan oleh sejumlah merek minuman beralkohol ternama dan terbukti efektif dalam memerangi produk palsu.

Sebagai penyedia layanan solusi mitigasi, Integrity sudah dipercaya oleh banyak klien lebih dari tujuh belas tahun. Kami menyediakan program brand protection bagi klien yang di dalamnya termasuk product integrity threat detection, trademark investigations, product integrity threat investigations, dan enforcement. Dengan menerapkan program ini, pemilik merek tak hanya melindungi reputasi merek, tetapi juga melindungi dan menyelamatkan konsumen. Untuk informasi lebih detail tentang program ini, jangan ragu menghubungi kami melalui contact@integrity-indonesia.com dan percayakan kami sebagai mitra Anda dalam mengelola reputasi merek Anda.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search