5 Jenis Kecurangan Dalam Layanan Kesehatan

 In Artikel

Tak ada layanan kesehatan di dunia yang benar-benar bebas dari fraud atau kecurangan. Pada dasarnya kecurangan terjadi karena ada peluang, rasionalisasi dan motivasi. Di Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tak luput dari praktik kecurangan.

Kecurangan inilah yang disinyalir menjadi salah satu faktor BPJS terus mengalami defisit yang hingga tahun ini diperkirakan mencapai Rp 16,5 triliun. Selain defisit, kecurangan juga menimbulkan moral hazard bagi masyarakat sebagai penerima layanan.

Siapa pelakunya? Potensi fraud bisa datang dari banyak pihak; oknum BPJS, penyedia barang dan jasa, rumah sakit, atau peserta.

Secara umum ada lima jenis kecurangan yang biasa terjadi dalam layanan kesehatan, yaitu:

  1. Upcoding – kode diagnosa dan pelayan dibuat lebih kompleks dari sebenarnya yang dikerjakan. Contohnya, seorang pasien dengan DM tipe2 di-coding dengan DM tipe 2 dengan berbagai komplikasi.
  2. Phantom billing – RS membuat suatu tagihan yang sebenarnya tak ada pelayanannya.
  3. Inflated bills – Tindakan yang membuat tagihan di RS menjadi membengkak
  4. Cancelled service – melakukan pembatalan sebuah layanan, namun layanan tersebut tetap ditagihkan.
  5. Perawatan yang tak diperlukan – RS melakukan layanan kesehatan yang tak dibutuhkan pasien. Contoh: pasien harus dioperasi usus buntu padahal tak memerlukannya.

 

Lalu, bagaimana metode pencegahannya?

Beda jenis kecurangan, beda metode pencegahannya. BPJS berupaya keras untuk mencegah fraud dengan menerapkan sistem berlapis mulai dari pendaftaran hingga klaim biaya. Pada dasarnya, petugas memverifikasi data pasien atau informasi di setiap tahap pelayanan. Contohnya, petugas akan melakukan cross check identitas pasien pada saat pendaftaran untuk mencegah kecurangan pemakaian kartu orang lain.

Hal yang terpenting dalam pencegahan fraud di industri apapun adalah kesadaran para pemangku kepentingan untuk turut serta dalam upaya tersebut. Sebaik apapun metode, jika pemangku kepentingan tak punya kesadaran, maka potensi kecurangan semakin besar.

 

 

Sumber:

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/02/190800326/tahun-ini-bpjs-kesehatan-diperkirakan-defisit-rp-16-5-triliun.

http://www.pdpersi.co.id

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search