Pentingnya Lakukan Due Diligence Sebelum Membeli Sebuah Bisnis

 In Artikel, Indonesia, Malaysia

Membeli sebuah bisnis yang sudah berjalan mungkin lebih efisien dalam konteks waktu dan tenaga dibandingkan membangun bisnis dari nol. Namun, proses pembeliannya memerlukan kejelian dalam menilai. Ketika uang dan aset sudah berpindah tangan, apapun masalah yang ada pada bisnis menjadi tanggung jawab pemilik baru. Dalam transaksi dalam jumlah besar, kita tentu tak ingin ada ‘kejutan’. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan uji kelayakan atau due diligence.

Due diligence merupakan sebuah proses investigasi atau audit terhadap produk atau investasi potensial – dalam hal ini bisnis yang akan dibeli – untuk memastikan kebenaran semua materi yang dilaporkan.

Baca juga: Bagaimana Integrity Indonesia Membantu Bisnis Anda?

Proses ini memang berlika-liku dengan melibatkan penjual, pengacara dan akuntan atau jasa pihak ketiga. Namun, lebih baik menginvestasikan waktu, tenaga, dan sejumlah uang untuk proses ini daripada mengalami rugi lebih besar di kemudian hari. Beberapa hal Ini yang perlu kita lakukan saat due diligence sebelum memutuskan membeli bisnis:

  • Periksa dokumen-dokumen yang nantinya akan menimbulkan tanggung jawab pemilik baru, misalnya, perjanjian jual beli, hak atas aset, laporan keuangan, laporan pajak, dan sebagainya.
  • Luangkan waktu berbicara dengan karyawan untuk mengetahui situasi dan kondisi bisnis.
  • Jika bisnis tersebut memiliki tuntutan hukum yang sedang berlangsung atau berpotensi memiliki tuntutan hukum, minta bantuan pengacara untuk memeriksa dokumen-dokumen terkait.
  • Cek daftar pelanggan untuk memverifikasi bahwa bisnis memang memiliki pelanggan.

Check listdi atas mungkin saja bertambah tergantung apa yang ingin diverifikasi dari due diligence. Intinya, proses ini dilakukan untuk memastikan tak ada ‘kejutan’ atau celah fraud atau kecurangan sehingga kedua belah pihak, pembeli dan penjual, tidak dirugikan. Dalam proses ini penting bagi kita untuk memastikan materi yang dilaporkan oleh penjual sesuai dengan fakta dan keadaan di lapangan. Jika, ada yang tak sesuai maka perlu dipastikan ulang hingga semua jelas.

 

Sumber: Investopedia, Thebalance, Punningman.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search