Greenwashing, jalan terjal antara syarat kepatuhan dan komitmen keberlanjutan

Greenwashing, jalan terjal antara syarat kepatuhan dan komitmen keberlanjutan

greenwashingPascapandemi Covid-19, semakin banyak perusahaan yang mengambil pendekatan serius dan menyeluruh terhadap prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). Kesadaran konsumen yang semakin meningkat dalam memilih produk yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor pendorong di balik perubahan ini.

Tahun ini, diprediksi akan ada banyak regulasi baru terkait ESG  yang bakal disahkan. Konsekuensinya, semakin ketat regulasi-regulasi tersebut diberlakukan, potensi perusahaan yang melakukan greenwashing disinyalir akan meningkat.

Berdasarkan laporan Global Trends in Climate Change Litigation 2022, sedikitnya 20 skandal greenwashing telah dihadirkan di pengadilan di berbagai negara sejak 2016. Sepanjang 2023 lalu, ada beberapa skandal greenwashing yang melibatkan perusahaan kelas kakap seperti BMW, KLM, and Shell.

Risiko greenwashing 

Menurut NRDC, greenwashing merupakan upaya untuk menampilkan gerakan, kampanye, ataupun propaganda yang tidak akurat tentang manfaat keberlanjutan lingkungan dalam bisnis. Hal ini bisa menjadi “gimmick” promosi produk ataupun servis agar terlihat mempunyai perhatian pada pilihan keberlanjutan, padahal praktiknya tidak sesuai.  

Para ahli berpendapat bahwa organisasi seringkali terjerumus dalam greenwashing karena meskipun ada upaya dari dewan direksi atau pimpinan eksekutif untuk menanggapi kekhawatiran investor dan pelanggan tentang keberlanjutan, namun hal ini tidak selalu tercermin dalam operasional sehari-hari.

Praktik greenwashing sendiri tak hanya merugikan masyarakat umum, tetapi juga membawa risiko bagi perusahaan itu sendiri. Dampaknya bisa sangat berat, mulai dari kerusakan reputasi hingga konsekuensi hukum yang serius.

Meskipun belum ada studi yang secara spesifik menyebutkan kerugian finansial rata-rata akibat greenwashing, beberapa kasus telah menunjukkan dampak yang signifikan. Contohnya, skandal greenwashing telah merugikan VW lebih dari 20 miliar dolar AS dan merugikan Keurig sebesar 3 juta dolar AS, tanpa memperhitungkan kerugian reputasi dan potensi penurunan nilai pasar saham.

Kerugian tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata, sekaligus menggarisbawahi peran penting uji tuntas dalam meneliti dan memastikan bahwa perusahaan jujur dalam membuat klaim opsi bisnis berkelanjutan. 

Melawan greenwashing dengan uji tuntas

Sebuah studi menunjukkan bahwa salah satu cara untuk mengurangi praktik greenwashing adalah dengan melakukan uji tuntas yang menyeluruh oleh organisasi.

Uji tuntas berperan sebagai perisai terhadap risiko hukum dengan memastikan bahwa perusahaan memberikan gambaran yang akurat tentang inisiatif lingkungan mereka. Aspek hukum dari uji tuntas mencakup pemeriksaan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan, keabsahan klaim keberlanjutan, dan secara dini mengatasi masalah yang dapat menyebabkan litigasi, termasuk dalam upaya pemasaran produk atau jasa mereka.

Uni Eropa sendiri telah mengeluarkan proposal “Directive on Corporate Sustainability Due Diligence” yang mengharuskan perusahaan besar yang beroperasi di Eropa dan bergerak di sektor berdampak tinggi, seperti pertanian, pertambangan, tekstil, dan sebagainya, menjunjung nilai hak asasi manusia dan pelestarian lingkungan, serta melakukan uji tuntas, termasuk uji tuntas ESG. 

Namun, perlu digarisbawahi bahwa perusahaan tersebut juga harus memastikan kepatuhan di sepanjang rantai pasokan mereka. Artinya, pihak ketiga – baik langsung maupun tidak langsung,  anak perusahaan, dan pemasok yang terlibat dalam perusahaan harus turut serta secara aktif mempertimbangkan dampak peraturan tersebut..

Uji tuntas yang proaktif tidak hanya melindungi organisasi dari konsekuensi hukum, tetapi juga mempromosikan budaya transparansi dan tanggung jawab.

Share this post:

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

SUREL

PERUSAHAAN TERKAIT

ANGGOTA DARI

IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

BERLANGGANAN BULETIN

Dapatkan perkembangan berita dan wawasan industri

    Hak Cipta – INTEGRITY – Hak Cipta Dilindungi Undang-undang © 2023 – Kebijakan Privasi | Persyaratan Layanan| Content Protection by DMCA.com