3 Pendekatan untuk perangi produk palsu dalam rantai pasokan

3 Pendekatan untuk perangi produk palsu dalam rantai pasokan

Proliferasi produk palsu telah merambah ke berbagai industri, menggoyang pasar dengan produk di bawah standar. Pemalsuan menjadi salah satu industri terbesar dengan nilai antara 1,7 triliun hingga 4,5 triliun dolar AS per tahun. 

Ancaman ini tidak hanya membahayakan keselamatan konsumen tetapi juga mencemarkan reputasi merek asli. Memerangi produk palsu dalam rantai pasokan menuntut pendekatan holistik yang melibatkan uji tuntas, pemantauan, dan pembentukan mekanisme pelaporan yang kuat.

Ancaman produk palsu

Pemalsuan menimbulkan risiko besar, mulai dari rantai pasok farmasi, mode, hingga makanan. Salah satu contoh kasus adalah terdapat apotek daring yang menjual obat-obatan palsu tanpa izin. Mereka mendapatkan obat-obatan tersebut dari jaringan produsen dan pemasok ilegal.

Peredaran produk palsu di rantai pasok seperti pada kasus di atas berpotensi menimbulkan konsekuensi yang merugikan bagi konsumen, yang pada gilirannya merusak reputasi perusahaan farmasi pemilik merek. 

Memerangi peredaran produk palsu di rantai pasok menghadapi berbagai tantangan tersendiri, antara lain:

  • Rantai pasokan yang semakin kompleks. Rantai pasok produk menjadi semakin rumit, tingkatannya meningkat, dan bersifat global, sehingga melacak asal dan pergerakan barang menjadi sulit.
  • Keterlibatan pihak internal. Dalam beberapa kasus, pemalsu mendapat bantuan dari pihak internal, baik melalui karyawan yang korup maupun kontraktor yang sengaja memasukkan barang palsu ke dalam rantai pasok.
  • Media penjualan digital. Munculnya e-commerce  dan media sosial telah memudahkan para pemalsu untuk menjual produk secara langsung kepada konsumen, melewatkan rantai pasokan tradisional.

Perang melawan pemalsuan

Menghadapi tantangan-tantangan tersebut, perusahaan dapat mengambil tiga pendekatan berikut. 

  1. Pemilihan dan audit vendor

Langkah-langkah proaktif dimulai dengan pemeriksaan vendor secara cermat termasuk pemeriksaan latar belakang dan verifikasi kredensial calon pemasok. Proses ini mencakup seluruh entitas dalam rantai distribusi, seperti pedagang grosir, distributor, dan penyedia logistik pihak ketiga.

Hal ini memastikan bahwa bisnis bekerja sama dengan mitra yang sah, sehingga mengurangi kemungkinan barang ilegal masuk ke dalam rantai pasokan.

Meskipun pemeriksaan awal sangat penting, sistem pemantauan berkelanjutan juga diperlukan, melibatkan audit rutin dan uji tuntas terhadap pihak ketiga untuk memastikan kepatuhannya terhadap standar kualitas.

Penyaringan dan pemantauan vendor sekarang bisa menjadi lebih mudah dengan menggunakan Know Your Vendor dari Integrity Asia. Solusi ini membantu bisnis memitigasi risiko rantai pasokan dengan menyediakan panorama konsolidasi  uji tuntas pada pihak ketiga.  

      2. Sistem pelaporan yang efektif                         

Mekanisme pelaporan internal dan eksternal membantu perusahaan memonitor dan mengidentifikasi aktivitas yang mencurigakan. Dalam kasus produk obat palsu, laporan dari distributor, pedagang besar, apotek, hingga konsumen membantu perusahaan untuk segera memitigasi masalah dengan cepat.

     3. Kolaborasi 

Berbagi informasi dan berkolaborasi dengan lembaga penegak hukum, badan pengawas, dan pemangku kepentingan lainnya memperkuat upaya memerangi peredaran produk palsu. Kolaborasi ini turut membuka peluang untuk langkah-langkah lebih lanjut, seperti penggerebekan gudang atau pabrik rumah tangga (raid) yang digunakan untuk produksi produk palsu atau menghentikan penjualan produk palsu pada platform e-commerce yang dikenal sebagai takedown.

Photo by Possessed Photography on Unsplash

Share this post:

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

SUREL

PERUSAHAAN TERKAIT

ANGGOTA DARI

IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

BERLANGGANAN BULETIN

Dapatkan perkembangan berita dan wawasan industri

    Hak Cipta – INTEGRITY – Hak Cipta Dilindungi Undang-undang © 2023 – Kebijakan Privasi | Persyaratan Layanan| Content Protection by DMCA.com