Reverse directorship, metode efektif mengelola konflik kepentingan

Reverse directorship, metode efektif mengelola konflik kepentingan

Bisnis di era modern menghadapi tantangan baru, yaitu risiko konflik kepentingan yang dapat menjadi sumber kerugian yang signifikan. Konflik kepentingan muncul ketika karyawan dalam suatu organisasi atau perusahaan memiliki kepentingan pribadi yang dapat memengaruhi tanggung jawabnya dan proses pengambilan keputusannya. 

Dalam konteks ini, penting bagi perusahaan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengelola konflik kepentingan untuk menjaga integritas dan kesehatan bisnisnya. 

Bagaimana cara perusahaan mengurangi risiko ini sejak awal? Salah satu solusinya adalah dengan memastikan bahwa prosedur pemeriksaan latar belakang calon karyawan perusahaan mencakup reverse directorship, terutama untuk calon karyawan yang akan menempati posisi kunci dalam perusahaan. 

Metode reverse directorship

Reverse directorship bertujuan untuk mengidentifikasi potensi keterlibatan individu sebagai direktur atau pemegang saham dalam perusahaan swasta. Aktivitas ini mencakup verifikasi reputasi, rincian minat, profil perusahaan, kepemilikan saham, riwayat jabatan eksekutif yang pernah atau sedang dipegang, serta riwayat litigasi.

Selain itu, pemeriksaan ini tidak hanya penting dalam perekrutan untuk posisi senior, manajerial, dan direksi. Setiap kandidat di berbagai tingkat profesi dapat diperiksa jika pernah memiliki pengalaman wiraswasta, yang berarti bahwa potensi konflik kepentingan kemungkinan jauh lebih sering ditemukan daripada yang diperkirakan.

Cek latar belakang kandidat dengan teknologi

Sebagai bagian dari pemeriksaan latar belakang kandidat, reverse directorship tidak bisa dipisahkan dari komponen lainnya seperti verifikasi ijazah, surat keterangan kerja, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai seorang kandidat, dibutuhkan waktu dan proses yang tidak sederhana.

Perusahaan dapat bekerja sama dengan pihak ketiga yang menyediakan layanan pemeriksaan latar belakang kandidat, salah satunya adalah Integrity Asia yang memiliki platform skrining latar belakang karyawan terpadu, yaitu Prisma. Didukung oleh teknologi terkini, Prisma hadir untuk memenuhi kebutuhan klien dalam mengelola permintaan pemeriksaan dengan aman dan cepat, sampai dengan menghasilkan laporan.

Selain itu, kehadiran fitur Applicant Portal memberikan kemudahan bagi tim rekrutmen perusahaan. Tim dapat mengundang kandidat untuk mengisi informasi dan mengunggah dokumen yang dibutuhkan, termasuk consent letter sebagai bagian dari proses perekrutan. Hal ini menciptakan interaksi yang efisien dalam satu platform dan memungkinkan tim rekrutmen untuk lebih fokus pada fungsi talent management.

Image oleh Freepik

Share this post:

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

SUREL

PERUSAHAAN TERKAIT

ANGGOTA DARI

IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

BERLANGGANAN BULETIN

Dapatkan perkembangan berita dan wawasan industri

    Hak Cipta – INTEGRITY – Hak Cipta Dilindungi Undang-undang © 2023 – Kebijakan Privasi | Persyaratan Layanan| Content Protection by DMCA.com