Legalisasi ganja di beberapa negara

 In Artikel

marijuana in thailandGelombang dukungan global legalisasi ganja semakin menguat. Jika Amsterdam pernah menjadi kota yang paling diasosiasikan dengan aturan legal penggunaan ganja, maka kini beberapa negara mengikuti jejaknya, baik itu dengan dekriminalisasi maupun legalisasi dalam bentuk tertentu. Negara-negara tersebut mayoritas adalah negara barat antara lain Kanada, Kolumbia, Republik Ceko, Prancis, Amerika Serikat, dan lain-lain.

Baru-baru ini Thailand menjadi negara Asia pertama yang melegalkan ganja. Proses legalisasi ganja telah menjadi wacana selama bertahun-tahun di Thailand. Ada beberapa tahapan yang dilalui, sebagai bukti bahwa proses tersebut menuai pro dan kontra berkepanjangan.

Pada 2018, pemerintah setempat menyetujui ganja sebagai bagian dari medis. Akhirnya, pada 9 Juni 2022, otoritas di Thailand secara resmi menghapus ganja dari daftar narkotika berdasarkan Undang-Undang Narkotika Thailand.

Sulit diimplementasikan

Meski demikian, kebijakan ini tidak bisa dipahami secara mudah. Ada beberapa sumber yang menyatakan perbedaan implementasi kebijakan legalisasi ganja di Thailand.

Berdasarkan laporan Bloomberg, pemerintah Thailand mengatakan dekriminalisasi dimaksudkan sebatas untuk tujuan medis. Pemerintah sendiri telah berulang kali menekankan bahwa penggunaan ganja untuk tujuan rekreasi tetap tidak diperbolehkan, meskipun itu akan sulit untuk ditegakkan karena tidak ada undang-undang formal yang menentangnya.

Sumber lain menyebutkan lebih spesifik, yaitu bahwa ganja yang boleh dipergunakan secara umum di Thailand hanya jika mempunyai kandungan tetrahydrocannabinol (THC), sebuah senyawa biokimia dalam tanaman jenis cannabis, sebanyak kurang dari  0.2 persen.

Ada pula sumber yang menyebutkan bahwa meski dilegalkan, dilarang untuk menghisap ganja di tempat umum. Aktivitas tersebut berpotensi berbuah sanksi keras, yaitu ancaman penjara 3 bulan dan denda sebesar  25,000 Baht.

Karena ada area abu-abu dalam legalisasi ini, potensi penyalahgunaan ganja tidak dapat diabaikan. Ganja adalah yang paling sering terdeteksi dalam pengujian obat di tempat kerja.

Tantangan pemberlakuan kebijakan di lingkungan kerja

Kebijakan legalisasi ganja juga menjadi tantangan tersendiri di lingkungan kerja, terutama lingkungan kerja yang menawarkan layanan publik. Pekerja yang menggunakan ganja saat bekerja tentu akan berpotensi fatal.

Seperti kita ketahui, penyalahgunaan narkotika memengaruhi persepsi kedalaman, waktu reaksi, koordinasi dan keterampilan motorik lainnya, serta menciptakan distorsi sensorik. Untuk posisi tertentu yang sensitif terhadap keselamatan, seperti seseorang yang mengoperasikan mesin, mengemudikan forklift, atau mengirimkan produk dengan kendaraan, efek ini dapat mematikan.

Selain itu, sulit untuk menentukan apakah seorang karyawan menggunakan ganja, karena pengaruhnya bisa berbeda pada setiap orang.

Kebijakan legalisasi ganja oleh pemerintah Thailand menyisakan problematika di beberapa aspek. Tentunya, otoritas telah memikirkan dan mengantisipasinya.

Lepas dari kebijakan turunan yang dibuat menyusul legalisasi ganja di Negeri Gajah Putih itu, idealnya adalah bahwa lingkungan kerja harus bebas dari efek penggunaan ganja dan zat narkotika lainnya.

Integrity Asia berkomitmen untuk membantu Anda menciptakan tempat kerja bebas narkoba yang efektif dengan menyediakan solusi tes narkoba yang terpercaya. Kami menyaring obat-obatan yang biasanya diuji di tempat kerja standar dan untuk persyaratan khusus.

Kami akan tetap menginformasikan substansi ganja dalam laporan tes narkoba kandidat jika kami mendeteksinya dan memberi tahu perusahaan. Dari sana, keputusan kandidat perekrutan berada pada pihak perusahaan. Hasil tes narkoba juga dapat menjadi pertimbangan perusahaan terhadap posisi pekerjaan yang dilamar oleh kandidat.

Memastikan tempat kerja aman dan bebas narkoba sama dengan melindungi bisnis dan karyawan Anda.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search