Perang melawan kejahatan siber di lingkungan kampus

 In Artikel

cybercrime kejahatan siberKejahatan siber merupakan efek negatif yang tidak dapat dihindari dengan perkembangan dunia digital yang semakin masif. Pelaku kejahatan dunia maya tersebut tidak hanya menargetkan pada pengguna aplikasi digital di sektor bisnis dan perbankan, namun juga pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan bahkan sektor pendidikan juga menjadi target operandinya.

Level pendidikan yang paling erat dengan digitalisasi tentu saja adalah perguruan tinggi. Banyak kampus yang langsung bergesekan dengan teknologi digital, baik dari sistem administrasi, lalu lintas data, hingga kurikulumnya.

Lalu lintas data di kampus yang masif meninggalkan ceruk yang cukup dalam pada sektor keamanan. Ini menjadi target serangan kejahatan siber, terutama serangan ransomware dan virus yang merupakan bagian dari malware.

Kejahatan siber di kampus naik secara signifikan 

Beberapa data menunjukkan bahwa angka kasus kejahatan siber naik secara signifikan selama pandemi. Hal tersebut tentu saja wajar karena sejak meledaknya pandemi Covid-19 di 2020, kenaikan pengguna teknologi digital meningkat secara luar biasa.

Meski demikian, justru dampak kejahatan siber dirasakan oleh lingkungan sekolah pada 2021 lalu.  Sebuah data menunjukkan bahwa lebih dari 1.000 kasus universitas di Amerika mengalami serangan ransomware pada 2021.

Universitas Austin Peay, misalnya, terpaksa harus menutup sementara sistem komputernya karena serangan siber. Sialnya, dampak terparah dialami oleh Lincoln College, sebuah universitas terkenal yang sudah berdiri sejak 157 tahun lalu, yang terpaksa menutup sistem datanya secara permanen.

Tidak hanya di Amerika, Forbes melaporkan bahwa serangan kejahatan siber tersebut juga dialami oleh berbagai universitas di negara maju lainnya. Inggris adalah salah satunya.

JISC, sebuah organisasi non profit yang menyediakan layanan jaringan dan IT untuk perguruan tinggi dan lembaga penelitian, menyebutkan bahwa puluhan universitas dan sekolah di Inggris dihantam serangan ransomware sejak 2020. Hingga Maret 2022, kerugian yang dialami oleh institusi pendidikan tersebut mencapai lebih dari 2 juta Poundsterling.

Kelemahan sistem keamanan siber

Pertanyaan yang lalu muncul dari fakta tersebut adalah mengapa sekolah, terutama perguruan tinggi, rentan terhadap serangan siber? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kembali disadari bersama bahwa perguruan tinggi merupakan tingkat pendidikan yang hampir semua sistemnya berbasis komputer. Sebagai salah satu konsekuensi tuntutan pendidikan tinggi, wajar jika kemudian serangan dunia maya secara masif terjadi di perguruan tinggi.

Kondisi tersebut memunculkan beberapa faktor yang menyebabkan masifnya serangan dunia maya di perguruan tinggi.

Pertama dan terutama adalah terjadinya “shock culture”. Banyak pengajar dan penyelenggara pendidikan  terpaksa harus menyesuaikan diri secara cepat dari budaya non-digital ke digital akibat pandemi. Hal tersebut mengakibatkan kurangnya kesadaran dan pelatihan mengenai keamanan dunia maya.

Kesadaran yang kurang itu mengakibatkan terhambatnya pasokan dana bagi sektor keamanan siber. Sebagai contoh sederhana, banyak instansi pendidikan belum rela menggelontorkan dana lebih untuk sistem antivirus komputer mereka karena dianggap tidak penting.

Faktor kedua adalah masih banyak elemen sektor pendidikan yang tidak menyadari potensi kerugian yang bisa terjadi dari kebocoran sistem pendidikan. Seolah, terdapat pemikiran bahwa sektor bisnis dan perbankan saja yang bisa sangat merugi akibat serangan siber.

Ketiga, sistem keamanan siber di lingkungan perguruan tinggi banyak yang ketinggalan zaman. Aplikasi yang ketinggalan zaman menimbulkan risiko besar dalam hal struktur keamanan siber di institusi pendidikan tinggi.

Keempat adalah mahasiswa dan dosen belum terbiasa mengaktifkan dan membaharui aplikasi keamanan siber saat menggunakan sistem komputer. Ini menciptakan lubang dalam sistem keamanan organisasi yang akan dimanfaatkan oleh penyerang.

Kelima, sebagian besar mahasiswa menggunakan perangkat pribadi, seperti laptop dan ponsel saat berada di kampus. Sehingga, menjadi sangat sulit bagi institusi untuk membangun struktur keamanan siber yang terorganisasi dan kuat.

Solusi keamanan siber kampus

Hal pertama yang perlu disadari bersama sebelum membahas solusi mengenai keamanan siber di kampus adalah bahwa kejahatan siber mengeruk banyak kerugian dari lingkungan perguruan tinggi, termasuk data alumni. Kerugian tersebut tidak hanya secara material, namun juga menyangkut pada nama baik dan kepercayaan publik terhadap universitas tersebut.

Dari kesadaran bersama tersebut, kita dapat merumuskan beberapa solusi terkait keamanan siber di lingkungan kampus, sebagai berikut:

  • Pelatihan keamanan siber tingkat dasar bagi mahasiswa dan dosen. Terutama bagi pendatang baru di kampus, harus diwajibkan untuk menyelesaikan program pelatihan kesadaran keamanan siber.  Pelatihan tersebut membekali mahasiswa dan fakultas baru dengan pengetahuan keamanan siber dasar yang mereka butuhkan, terutama melindungi sistem data pribadi mereka.
  • Investasi dalam struktur keamanan siber. Investasi ini bisa dilakukan dengan membaharui sistem anti-phishing dan antivirus di kampus.
  • Tingkatkan partisipasi mahasiswa. Kampus perlu membuat sebuah organisasi internal keamanan siber yang dikelola oleh mahasiswanya. Selain akan membantu mahasiswa meningkatkan keahlian di bidang keamanan siber, metode ini juga bermanfaat untuk mengakali keterbatasan staf universitas dalam mengontrol keamanan siber kampus.
  • Bekerjasama dengan instansi lain yang mempunyai kompetensi dalam sistem keamanan siber. Kerjasama tersebut dapat berupa instalasi keamanan siber kampus terintegrasi atau program magang mahasiswa di instansi terkait untuk meningkatkan kemampuan sistem keamanan siber.

Akhirnya, perlu disadari pula bahwa kejahatan siber terus berkembang, sehingga perlu sistem keamanan siber yang selalu diperbarui. Hal ini mengharuskan kebijakan petinggi universitas untuk senantiasa mendukung keberlanjutan program keamanan siber kampus.

 


Adt

Malware photo created by DCStudio – www.freepik.com

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search