7 Kriteria Sistem Whistleblowing Berdasarkan UU SCDDA

 In Artikel

whistleblowing system scddaUndang-Undang Uji Tuntas Rantai Pasokan Jerman atau Supply Chain Due Diligence Act (SCDDA) yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2023 mengharuskan perusahaan untuk menyiapkan dan mempromosikan sistem pengaduan. Menurut Bagian 8 SCDDA, organisasi berkewajiban untuk membuat sistem pengaduan atau sistem whistleblowing yang sesuai, baik di lingkungan bisnis mereka sendiri maupun di perusahaan rekanannya.

Hal tersebut memungkinkan individu membuat laporan jika perusahaan terkait melakukan pelanggaran HAM atau perusakan lingkungan, termasuk jika hal tersebut dilakukan oleh perusahaan rekanannya.

Perusahaan yang tidak menyediakan sistem pelaporan pelanggaran dapat dikenakan sanksi pelanggaran administratif serta dapat dikenakan denda hingga €800,000 (Section 24 Supply Chain Act).

Disarikan dari undang-undang tersebut, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi perusahaan dalam mengimplementasikan sistem pelaporan yang efektif, antara lain:

  1. Perusahaan harus memiliki prosedur untuk menangani laporan yang masuk.
  2. Prosedur tersebut harus tertulis dan disosialisasikan kepada khalayak luas.
  3. Prosedur harus menjaga kerahasiaan identitas dan harus memastikan perlindungan bagi pelapor (whistleblower).
  4. Perusahaan diwajibkan menunjuk seseorang atau instansi lain untuk melaksanakan prosedur tersebut secara imparsial dan independen.
  5. Perusahaan harus mensosialisasikan akses dan penggunaan mekanisme pelaporan, contohnya dengan penyediaan situs web atau formulir pengaduan dan alamat email, serta
  6. meyakinkan keamanannya bagi whistleblower.
  7. Laporan yang diterima harus dikonfirmasi kepada pelapor. Selanjutnya, orang yang bertugas menjalankan prosedur harus mendiskusikan fakta-fakta pada laporan dengan pelapor.
  8. Efektivitas prosedur pengaduan harus diulas kembali setidaknya sekali dalam setahun.

Melalui platform Canary Whistleblowing System, Integrity Asia menyediakan kombinasi beberapa saluran pelaporan yang terpusat pada aplikasi situs web. Metode ini dapat meningkatkan aksesibilitas klien kami terhadap laporan sambil tetap memastikan kerahasiaan dan anonimitas pelapor.

Dengan Canary Whistleblowing, perusahaan yang menjadi subjek UU Uji Tuntas Rantai Pasok Jerman dapat dengan cepat dan mudah menerapkan persyaratan sistem pengaduan pelanggaran. Integrity Asia menjunjung tinggi nilai independensi dan profesionalisme dalam menjalankan perannya.

Untuk informasi lebih detail tentang Canary Whistleblowing System dan layanan kepatuhan lainnya kontak kami

 


Putri

<a href=’https://www.freepik.com/photos/compliance’>Compliance photo created by rawpixel.com – www.freepik.com</a>

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search