Post-hire screening: sistem lanjutan pengecekan latar belakang karyawan

 In Artikel

post employment screeningSaat merekrut karyawan, perusahaan bisa saja melakukan pre-employment background screening. Namun, apakah itu menjamin bahwa kandidat yang akhirnya menjadi karyawan tersebut dapat dipegang komitmen dan integritasnya selama bekerja di perusahaan?

Banyak fakta membuktikan bahwa kerugian perusahaan yang diakibatkan bad hiring sangat besar. Menurut data dari US Department of Labor yang dilansir oleh Forbes.com, kerugian akibat mempekerjakan karyawan bermasalah tersebut setara atau bahkan melebihi sepertiga keuntungan awal perusahaan.

Pentingnya post-hire screening sebagai proses pengecekan lanjut

Saat ini, secara global, sekitar 93% perusahaan telah menerapkan pemeriksaan latar belakang sebagai bagian dari proses perekrutan. Akan tetapi, hanya sekitar 1 dari 5 pengusaha yang melakukan pemeriksaan latar belakang pasca-kontrak atau post-hire screening.

Beberapa perusahaan yang melakukan pemeriksaan karyawan berkesinambungan tersebut biasanya melakukan pemeriksaan untuk karyawan dengan posisi tertentu. Selain itu, mereka juga melakukan hal tersebut bagi karyawan yang mendapat promosi jabatan.

Menurut data, karyawan yang sudah sarat pengalaman, menempati posisi kerja yang vital, dan mempunyai akses rahasia perusahaan justru berpotensi mengakibatkan kerugian perusahaan yang lebih besar jika melakukan wanprestasi. Banyak kasus perusahaan gulung tikar saat karyawan kunci mereka melakukan kejahatan melawan perusahaan tersebut.

Metode post-hire screening

Metode post-hire screening sebenarnya tidak jauh berbeda dengan metode pre-employment background screening. Pemeriksaan meliputi media cek, catatan kriminal, credit score, pemeriksaan tempat tinggal, aktivitas media sosial, hingga pemeriksaan sertifikat pendidikan jika karyawan tersebut melanjutkan jenjang sekolah.

Seiring dengan perkembangan teknologi, sistem pengecekan berkesinambungan tersebut dapat menggunakan program perangkat lunak yang memungkinkan perusahaan untuk secara aktif memantau perubahan risiko personel seiring perkembangannya.

Perangkat lunak tersebut secara otomatis dapat mengumpulkan dan menganalisis data risiko dari semua sumber informasi yang relevan, seperti catatan publik, dokumen, catatan kejahatan, catatan kredit, dan secara proaktif memberi pemberitahuan kepada manajemen perusahaan secara real-time.

Aspek pengecekan yang dilakukan biasanya meliputi catatan kejahatan, status perkawinan, urusan perbankan, dan yang tak kalah penting adalah aktivitas sosial media pekerja. Andrew Selepak, profesor ahli media sosial dari Universitas Florida, meyakini bahwa memonitor (social listening) aktivitas karyawan bersosial media merupakan salah satu cara efektif dalam continuous identity screening.

Pada 2021, berdasarkan data Professional Background Screening Association (PBSA), sekitar 19% perusahaan global telah menerapkan pemeriksaan latar belakang pasca-perekrutan pada karyawannya. Hal ini berarti angka tersebut naik 7% dari tahun sebelumnya.

Sebagai catatan, sistem Post-hire screening atau continuous identity screening ini hendaknya disesuaikan dengan industri perusahaan tersebut. Setiap industri mempunyai karakter karyawan masing-masing dan potensi fraud yang bisa terjadi di dalamnya.

Sebagai contoh, industri FMCG rentan akan kebocoran merek – hal yang kerap terjadi karena pembocoran oleh karyawan internal. Sedangkan, perusahaan jasa keuangan akan lebih rentan terhadap penyelewengan ataupun penggelapan dana.

Dari perbedaan tersebut, perhatian utama sistem continuous identity screening ini menyasar pada segala aspek yang terkait dengan kerentanan masing-masing industri.

Integrity Asia memiliki pengalaman lebih dari dua puluh tahun dalam menyediakan layanan penyaringan latar belakang, baik berupa pre-employment screening maupun continuous background screening.

Penyaringan dilakukan melalui Prisma, platform satu pintu yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi SDM klien. Dapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan pengecekan latar belakang karyawan berkesinambungan dan melindungi aset organisasi Anda dari segala potensi kecurangan yang disebabkan oleh karyawan bermasalah. Segera kontak layanan pelanggan kami.

 


Adit

Supervisor photo created by Drazen Zigic – www.freepik.com

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search