Bisnis ijazah palsu di tengah pandemi

 In Artikel

perdagangan ijazah palsu fake diploma businessUngkapan satu mati tumbuh seribu merupakan gambaran nyata dalam upaya pemberantasan peredaran ijazah palsu. Ijazah palsu ini akan selalu ditemukan, selama ada peminatnya. Ditambah lagi, pandemi yang menciptakan lebih banyak peluang bagi pelaku untuk menjalankan aksinya.

Kasus perdagangan ijazah palsu di tengah pandemi

Perusahaan IT berbasis di Pakistan yang pernah memproduksi dan menjual ijazah palsu diduga kembali beroperasi setelah beberapa tahun lalu terciduk dan ditutup aparat. Kasus penipuan ijazah palsu senilai 140 juta dollar AS tersebut adalah salah satu kasus yang paling mengejutkan, menodai citra Pakistan di luar negeri, dan melunturkan kepercayaan mahasiswa.

Sebelum bos perusahaan tersebut ditangkapdan dipenjara oleh aparat Pakistan pada tahun 2018, perusahaan ini menangani sekitar 5.000 panggilan sehari, dengan 60% di antaranya berasal dari UEA dan Arab Saudi, dan sisanya dari Amerika Serikat dan negara lainnya. Call center mereka menggunakan bahasa Arab dan Inggris yang sangat baik sehingga tak ada calon klien yang mencurigai.

Kini, perusahaan ini diduga kembali menjalankan bisnisnya dengan nama perusahaan yang berbeda, menargetkan para calon mahasiswa yang tidak bisa mengikuti perkuliahan tatap muka langsung karena pandemi. The News menyebutkan bahwa perusahaan ini menggunakan situs web www.calbrooksuniversity.education, www.mountwilliam.university, dan www.rfu.education untuk menawarkan ijazah palsu. Tentu saja nama universitas yang dipakai sebagai domain situs web tersebut tidak ada di dunia nyata. Perusahaan ini juga disebut telah menghasilkan uang kotor yang nilainya fantastis. Pada bulan Juni 2021, mereka disebut sudah meraup 1,8 juta dollar AS.

Di Indonesia, pada Juni tahun 2021, seorang mahasiswa ditangkap aparat karena menjual ijazah palsu SD hingga S2. Ijazah palsu tersebut ditawarkan melalui media sosial sejak pandemi. Pelaku mengakui bahwa omzet yang diperoleh cukup fantastis yaitu mencapai puluhan juta dan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Perang melawan pemalsuan

Dari omzet yang diperoleh para pemalsu, dapat disimpulkan bahwa peminat ijazah palsu tidak surut saat pandemi meskipun perekonomian sedang lesu. Pandemi menyebabkan lesunya perekonomian dan meningkatkan persaingan di dunia kerja. Sehingga, hal ini mendorong sebagian orang melakukan kecurangan dengan menggunakan ijazah palsu untuk mendapatkan pekerjaan. Pandemi juga mendorong munculnya berbagai kursus, pelatihan, dan kuliah online yang dapat menjadi peluang bagi para pelaku pemalsu ijazah untuk ambil bagian.

Pemberantasan ijazah palsu memerlukan kolaborasi para pemegang kepentingan yang dalam hal ini termasuk pemerintah, universitas, dan perusahaan. Menginvestigasi dan menghapus situs-situs palsu yang menjajakan ijazah palsu adalah salah satu dari banyak upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk memerangi penyebaran ijazah palsu.

Di sisi perusahaan atau organisasi, perlu melakukan penyaringan menyeluruh untuk mencegah rekrutmen dengan kualifikasi pendidikan palsu. Mempekerjakan karyawan dengan ijazah palsu dapat menempatkan perusahaan pada risiko tinggi, baik dalam reputasi maupun kerugian finansial.

Adapun perguruan tinggi hukum atau perguruan tinggi yang namanya dicatut untuk ijazah palsu, reputasinya terancam. Oleh karena itu, mereka harus menjalankan fungsinya dengan jujur ??dan berusaha lebih keras untuk membuktikan integritas mereka dan pada akhirnya menjaga reputasi mereka.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan verifikasi terhadap dokumen pendidikan alumninya. Namun dalam praktiknya, verifikasi dokumen melalui telepon, email, dan faks seringkali tidak efisien.

Platform verifikasi satu pintu adalah jawaban untuk masalah ini. Melalui platform www.education-verification.com, proses verifikasi dokumen akan lebih efisien dari segi waktu dan sumber daya. Di platform Education Verification, nama verifikator dicatat dalam sistem yang juga akan menjaga akuntabilitas dalam proses verifikasi. Selain itu, verifikasi dilakukan dalam proses dua langkah: verifikasi oleh staf akademik dan konfirmasi oleh supervisor, yang mendorong proses check-and-balance. Semua hasil dapat dipertanggungjawabkan dan dijamin akurat.


Putri
Education photo created by freepik – www.freepik.com

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search