Mantan Petinggi Departemen Pendidikan Mencuri Dana Sekolah 500 Ribu Dolar AS

 In Artikel

Former education department bigwig steals 500 thousand dollars menggelapkan dana sekolahOrganisasi di sektor pendidikan tak lepas dari fraud. Seorang mantan petinggi Departemen Pendidikan Victoria, Australia, dipenjara empat tahun karena terbukti mencuri lebih dari 500 ribu dolar Amerika dari dana sekolah umum. 

Dilansir dariPerthnow.com.au, Nino Napoli dan sepupunya Carlo Squillacioti menjadi subjek investigasi jangka panjang oleh badan pengawas antikorupsi (IBAC/Independent Broad-based Anti-corruption Commission) negara bagian Victoria, Australia. Selama hampir tujuh tahun, Napoli menyerahkan 72 faktur palsu senilai lebih dari 500 ribu dolar Amerika ke departemen pendidikan untuk perusahaan yang berhubungan dengan keluarganya. Adapun Squillacioti menggunakan bengkel mekaniknya untuk bersekongkol dalam skandal tersebut dengan menerbitkan faktur untuk proyek yang tidak pernah dilakukan oleh bengkelnya. Napoli juga terlibat dalam kasus fraud lainnya seperti insider trading dan vendor fraud. 

Fakta bahwa kedudukan Napoli sebagai salah satu petinggi departemen membuatnya memiliki kontrol lebih besar untuk memanfaatkan celah dan lebih sulit terdeteksi. Hal ini mengakibatkan kerugian yang diderita organisasi cukup besar dan sulitnya dideteksi membuat fraud itu sendiri berlangsung cukup lama. Menurut ACFE, pelaku yang memiliki kedudukan tinggi menyebabkan kerugian terbesar. Fraud yang dilakukan oleh pemilik/eksekutif tiga kali lebih merugikan daripada fraud yang dilakukan oleh manajer dan sembilan kali lebih merugikan daripada fraud yang dilakukan oleh karyawan. Fraud yang dilakukan oleh eksekutif juga lebih lama untuk terdeteksi. 

Kasus ini bukanlah kasus penggelapan yang pertama kali terjadi di sektor pendidikan. Kasus serupa pernah terjadi pada sebuah sekolah umum di New York, AS pada tahun 2004 dan menjadikasus pencurian terbesarsepanjang sejarah Amerika Serikat hingga diangkat ke dalam sebuah film. Di Indonesia sendiri kasus fraud berupa korupsi di universitas juga beberapa kali terjadi. Menurut International Transparency, dalam jangka panjang, tindakan curang seperti itu di lembaga pendidikan akan berdampak buruk bagi kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa.

Belajar dari kasus tersebut, organisasi perlu mengaplikasikan standar etika dan kode etik yang telah ditetapkan, dengan tujuan mencegah terjadinya kecurangan dan pelanggaran lainnya. Salah satunya dengan menerapkan sistem anti-fraud.

Integrity Asia memiliki pengalaman dua dekade dalam menyediakan berbagai solusi anti-penipuan berbasis teknologi digital yang komprehensif, antara lain:

Integrity Asia juga menyediakan sistem yang komprehensif untuk menyiapkan dan menerapkan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (ABMS) sesuai dengan kerangka kerja ISO 37001. Selain pelatihan dan konsultasi, kami menyediakan sistem yang siap diterapkan oleh klien. Selain itu, Integrity Asia juga telah dipercaya oleh klien sebagai penyedia jasa audit dan investigasi fraud. Kontak kami untuk informasi lebih lanjut tentang layanan kami.


Putri

Photo by Bill Oxford on Unsplash

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search