Apakah Drug Testing Jawabannya?

 In Artikel

drug test tes narkobaFakta bahwa ribuan orang meninggal karena overdosis setiap tahun, jelas bahwa salah satu masalah terbesar dunia adalah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang atau narkoba. Di media arus utama Indonesia, kita sering melihat artis, politisi, bahkan pihak yang berwenang tertangkap basah menggunakan, membeli, atau memiliki narkoba.

Untuk memahami lebih jauh tentang masalah narkoba di negara ini, kami mewawancarai narasumber yaitu seseorang yang bekerja di salah satu pusat rehabilitasi swasta di Indonesia.

Mengenali pengguna narkoba 

Pandemi Korona telah memaksa dunia untuk beradaptasi dengan cara hidup baru yang menyebabkan ribuan orang merasa lebih stres dari sebelumnya. Karena stres ini, narasumber kami memastikan bahwa ada lonjakan pengguna narkoba baru. Ia selanjutnya menginformasikan bahwa setiap orang dari usia 13-50 tahun berpotensi menggunakan narkoba. Orang yang berada di bawah rentang usia 17-50 diklasifikasikan sebagai pengguna narkoba. Kebanyakan obat yang mereka gunakan adalah sabu, ganja, dan kokain. Kokain adalah jenis obat-obatan umum disalahgunakan oleh orang dari kelompok menengah atas. Berdasarkan sumber kami, ada dua alasan orang menggunakan narkoba: stres dan rekreasi. Dengan informasi ini, kami dapat menyimpulkan bahwa pekerja berisiko mengalami penyalahgunaan narkoba.

Bagi pengguna narkoba yang menggunakannya karena stres, ada yang memiliki antidepresan, sementara yang lain menggunakan obat-obatan terlarang. Sementara itu, mereka yang menggunakan narkoba untuk tujuan rekreasional kebanyakan tahu berapa banyak dosis pil yang boleh diminum agar tidak ketagihan. Mereka juga mampu mengeluarkan obat dari sistem tubuh sebelum obat mulai bekerja.

Efek negatif penyalahgunaan narkoba di tempat kerja

Sebuah studi yang berjudul “A Substance Use Cost Calculator for US Employers With an Emphasis on Prescription Pain Medication Misuse”  menjelaskan bahwa penyalahgunaan alkohol dan obat oleh karyawan menyebabkan banyak masalah yang merugikan bagi bisnis dan industri mulai dari hilangnya produktivitas, cedera, dan peningkatan klaim asuransi kesehatan.

Di Indonesia, hasil penelitian Badan Narkotika Nasional bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2011 menunjukkan bahwa prevalensi pengguna narkoba di Indonesia (pada penduduk usia 10 – 59 tahun) diproyeksikan meningkat setiap tahun. Dari sekitar 4,2 juta pengguna narkoba di Indonesia, 70% pelaku penyalahgunaan (setara dengan 2.940.000 orang) adalah angkatan kerja. Penyalahgunaan narkoba di tempat kerja menciptakan berbagai masalah baik bagi pelaku, kolega, dan pimpinan tempat kerja. Kerugian ekonomi dan sosial yang timbul dari dampak penyalahgunaan narkoba pada tahun 2011 sebesar Rp. 48,2 triliun.

Faktanya, penyalahgunaan narkoba oleh pekerja di industri jasa telah membahayakan nyawa orang lain. Beberapa kecelakaan angkutan umum yang dipublikasikan, khususnya kecelakaan pesawat, diindikasikan terkait dengan penggunaan narkoba.

Mengutip Merdeka.com (12/1/2017), setidaknya dalam lima tahun, ditemukan empat pilot yang menyalahgunakan narkoba. Kepala Badan Narkotika Nasional Budi Waseso mengatakan, hampir semua insiden kecelakaan pesawat di Indonesia selama periode tersebut disebabkan oleh pilot yang menggunakan narkoba.

Sedangkan di Amerika, dari tahun 2010 hingga 2015, FAA mencatat terdapat 64 pilot yang melanggar larangan alkohol dan narkoba. Sepanjang 2015, ada sekitar 1.500 personel yang bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan, termasuk 38 pilot, yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Drug testing untuk semua karyawan adalah jawabannya

Sulit untuk menentukan apakah rekan kerja atau karyawan Anda menggunakan obat-obatan terlarang karena narkoba mempengaruhi setiap orang secara berbeda. Dalam kebanyakan kasus, pengguna melakukan penelitian untuk mengetahui dosis maksimum yang dapat mereka ambil untuk menghindari kecanduan. Mereka mungkin juga menggunakan narkoba dan mematikan.

Oleh karena itu, drug testing untuk karyawan bermanfaat bagi perusahaan seperti yang dikatakan oleh narasumber kami. Melalui hasil drug testing tersebut, perusahaan dapat segera mengidentifikasi karyawan yang menggunakan obat-obatan terlarang dan yang menggunakan obat resep. Bagi karyawan yang terbukti menggunakan narkoba, narasumber kami juga menyoroti bahwa perusahaan setidaknya harus mengizinkan karyawannya direhabilitasi untuk mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Perusahaan tidak boleh menstigmatisasi orang-orang ini karena sebagian besar pengguna narkoba sudah menjadi korban dan sangat membutuhkan bantuan yang tepat.

Integrity Indonesia mempromosikan tempat kerja bebas narkoba

Integrity Indonesia merampingkan proses perekrutan / pemantauan Anda dengan menyediakan layanan drug testing. Kami merancang layanan ini untuk memenuhi permintaan klien kami dan membantu bisnis menemukan dan mempertahankan karyawan dengan moral, etika, dan standar yang tepat.

Waktu penyelesaian rata-rata kami untuk drug testing adalah 3 hingga 5 hari. Jika Anda memerlukan detail lebih lanjut tentang prosedurnya, silakan hubungi tim Penjualan kami atau cukup kirimkan pertanyaan di contact@integrity-indonesia.com

Ingatlah bahwa tempat kerja yang aman dan bebas narkoba sama dengan melindungi bisnis dan karyawan Anda!


Sekar

Image by PublicDomainPictures from Pixabay

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search