Ulasan Buku: Financial Statement, Fraud Casebook: Baking the Ledgers and Cooking the Books

financial statement

Ulasan Buku: Financial Statement, Fraud Casebook: Baking the Ledgers and Cooking the Books

financial statementEnron (2001), Tyco (2002), dan World.com (2002) adalah penipuan akuntansi terkenal yang mengguncang dunia keuangan dalam dekade terakhir. Apakah kita sudah cukup belajar? Akankah 2021 menjadi tahun penipuan besar lainnya dengan kasus Greensill?

Greensill Capital adalah perusahaan jasa keuangan Inggris yang didukung oleh Softbank. Bisnis Greensill pada dasarnya memberikan pinjaman kepada kliennya untuk membayar pemasok mereka. Salah satu kliennya termasuk taipan baja Sanjeev Gupta, dan mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron yang menjabat sebagai penasihat perusahaan. Perusahaan yang didirikan Lex Greensill pada 2011 itu langsung menghadapi tekanan finansial akibat utang.

Bloomberg melaporkan bahwa pengawas keuangan Jerman, BaFin, membekukan pembayaran masuk dan keluar dari Greensill Bank pada awal Maret setelah penyelidikan oleh regulator menemukan kejanggalan dalam cara pemberi pinjaman membukukan aset yang terkait dengan taipan baja itu.

Hingga hari ini, banyak yang bertanya-tanya bagaimana perusahaan yang begitu kuat runtuh hampir dalam semalam. Laporan Keuangan, Fraud Casebook: Baking the Ledgers and Cooking the Books adalah buku yang mengkompilasi kasus nyata penipuan laporan keuangan yang ditulis oleh penyelidik penipuan. Melalui penyuntingan Joseph T. Nah, kasus-kasus yang disusun menjadi relevan dan mudah dibaca.

Ada 33 kasus dalam buku ini dan masing-masing menceritakan bagaimana pelaku tertentu melakukan tipu muslihat dalam laporan keuangan. Salah satu kasus yang disajikan dalam buku ini berjudul “The Broken Trust,” yang ditulis oleh Aaron Lau, CFE, CAMS, FCA (Aust.), CA (M), ATII, pendiri dan mitra pengelola AITLAU Management Services. Yang terakhir adalah firma akuntansi dan penasihat bisnis yang berspesialisasi dalam investigasi penipuan dan kepatuhan anti pencucian uang di Kuala Lumpur, Malaysia. Bab ini menceritakan bagaimana seorang direktur melakukan pelanggaran kewajiban fidusia, terlibat dalam aktivitas yang mengandung konflik kepentingan dengan perusahaan dan penipuan manipulasi laporan keuangan (khususnya, pendapatan dan saldo persediaan).

Kasus lain berjudul “The Family Man Behind Bars,” ditulis oleh Antonio Agguire, kepala auditor residen di bawah Kantor Layanan Pengawasan Internal (OIOS), Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kasus ini memberi tahu pembaca bagaimana seorang individu dalam posisi strategis dapat memanipulasi pembukuan dengan mudah tanpa kontrol internal yang tepat. Ini juga memberi tahu pembaca bahwa whistleblowing harus ditanggapi dengan serius karena dapat membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengatasi risiko penipuan.

Buku ini mengajak pembaca menyelami pikiran para pelaku dan perilakunya. Setiap cerita diakhiri dengan pelajaran yang dapat dipetik dan rekomendasi untuk mencegah kejadian penipuan di masa mendatang, yang menjadikan buku ini sebagai sumber wawasan yang berharga bagi bisnis dan pemeriksa penipuan.

 

Share this post:

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

SUREL

PERUSAHAAN TERKAIT

ANGGOTA DARI

IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

BERLANGGANAN BULETIN

Dapatkan perkembangan berita dan wawasan industri

    Hak Cipta – INTEGRITY – Hak Cipta Dilindungi Undang-undang © 2023 – Kebijakan Privasi | Persyaratan Layanan| Content Protection by DMCA.com