Vendor Fraud Diperkirakan Meningkat Tahun 2021

 In Artikel

Meskipun ada optimisme pandemi Covid-19 akan segera berakhir, namun hingga awal tahun ini faktanya bisnis terus bergulat dengan fluktuasi ekonomi dan penerapan protokol kesehatan, termasuk pembatasan sosial berskala besar. Faktor-faktor tersebut turut memengaruhi potensi fraud yang terus meningkat sejak awal pandemi tahun lalu.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh ACFE pada November 2020, sebanyak 79% responden mengatakan bahwa mereka merasakan adanya peningkatan terjadinya fraud dibanding pada Agustus bulan. Sebanyak 38% nya mencatat peningkatan tersebut signifikan. Diperkirakan hingga tahun 2021 tren fraud tersebut terus berlanjut.

vendor fraud

Source: Fraud in the Wake of COVID-19 Benchmarking Report

Hampir setengah dari responden dalam survei tersebut bekerja di Industri perbankan dan jasa keuangan (23%) atau pemerintah dan sektor administrasi publik (22%), dan 17% lainnya bekerja di organisasi layanan profesional. Ada pun 38% responden didistribusikan pada industri lain. Dan sebagian besar dari responden (61%) adalah pemeriksa fraud internal dalam satu perusahaan atau agensi.

Peningkatan Fraud oleh vendor

Dari survei tersebut responden juga mengungkapkan 12 kategori risiko fraud yang diperkirakan sudah meningkat sejak awal pandemi dan diperkirakan terus meningkat dalam satu tahun ke depan. Salah satu dari kategori tersebut adalah “fraud by vendor and seller”. Sebanyak 80% responden melihat risiko fraud pada kategori ini masih akan meningkat dalam satu tahun kedepan.

vendor fraud

Source: Fraud in the Wake of COVID-19 Benchmarking Report

Dalam situasi tak menentu seperti saat ini, baik institusi pemerintah maupun swasta cenderung mengambil keputusan sangat cepat dan memotong banyak biaya yang tidak terlalu diperlukan. Selain itu, pembatasan sosial skala besar dan kebijakan bekerja jarak jauh otomatis membuat kontrol menjadi lebih renggang dan desentral. Semua faktor tersebut membuka peluang lebih besar bagi vendor-vendor nakal memanfaatkan situasi untuk mengeruk keuntungan lebih banyak dengan cara yang tidak etis.

Untuk menekan risiko peluang terjadinya vendor fraud di tengah pandemi yang urung berakhir, perusahaan perlu berusaha lebih gigih dan konsisten menerapkan mitigasi anti fraud, di antaranya yaitu melakukan penilaian terhadap risiko fraud, memperbarui penilaian tersebut, serta lebih ketat dalam menyeleksi calon vendor dan memonitor vendor yang sudah ada.

Menskrining calon vendor dan memonitor vendor yang sudah adalah salah satu tantangan tersendiri bagi perusahaan di tengah pandemi. Maka, hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah memanfaatkan teknologi untuk melakukannya.

Kenali vendor Anda

Integrity Indonesia dengan pengalaman lebih dari lima belas tahun dalam industri kepatuhan menawarkan kepada Anda layanan uji tuntas yang komprehensif melalui Know Your Vendor ™.
Solusi Know Your Vendor ™ membantu klien kami mengurangi risiko rantai pasokan dengan memberikan panorama yang terkonsolidasi untuk uji tuntas pada pihak ketiga.

Dengan menggunakan teknologi terbaru untuk memantau rantai pasokan klien, Know Your Vendor ™ memungkinkan klien untuk mengimpor vendor mereka dan memberikan kepada masing-masing mereka sebuah kuesioner yang merupakan langkah penting untuk proses due diligence. Klien dapat mengikuti perkembangan due diligence secara real time, serta mengakses laporan dan skor cukup dengan mengklik tombol.

Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana Know Your Vendor ™ dan layanan kepatuhan lainnya dapat membantu perusahaan Anda, hubungi kami hari ini.

 

Baca juga:

Cegah Fraud, Ketahui Siapa Vendor Anda

Supply Chain Fraud di Tengah Pandemi

Vendor Due Diligence: 3 Perangkap yang Harus Dihindari Perusahaan

 

 

 

 

Putri

Photo by Remy Gieling on Unsplash

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search