Kasus Jouska, Praktik Pemalsuan Sertifikasi Lisensi

 In Artikel

Beberapa waktu lalu, ranah sosial media dikejutkan dengan keluhan salah seorang klien PT Jouska Finansial Indonesia yang mengalami kerugian investasi hingga ratusan juta rupiah. Perusahaan perencana keuangan ini dilaporkan oleh kliennya atas tuduhan penempatan dana yang membuat klien merasa dirugikan. 

Setelah diusut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jouska terbukti melanggar 3 UU sekaligus (UU Pasar Modal, UU ITE dan UU Perlindungan Konsumen), seperti yang dikatakan Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) dilansir darikumparan.com. Jouska pun tidak mengantongi izin sebagai penasihat investasi dan Wakil Perantara Perdagangan Efek (WPPE). Kesalahan tersebut membuat Jouska harus menutup operasionalnya dan memblokir seluruh sosial media.

Ditelusuri lebih lanjut olehtirto.com, izin lembaga perencana keuangan sebenarnya tidak diatur oleh OJK, melainkan melalui lembaga sertifikasi profesi (LSP) yaitu LSP FPSB Indonesia dan IAFRC Indonesia. Dalam situs Jouska, keempatfinancial advisersyang bekerja mencantumkan sertifikasi dari kedua lembaga tersebut. Namun setelah dikonfirmasi oleh kedua lembaga, beberapa sertifikat sudah habis masa berlakunya sejak 2012 dan tidak diperpanjang lagi. Bahkan, ada sertifikat yang dipalsukan karena nama karyawan tidak ditemukan pernah mendaftar dalam lembaga tersebut.

Kasus Jouska menambah daftar panjang perusahaan-perusahaan yang terlibat pelanggaran terkait keuangan. Tentu saja, hal ini meningkatkan risiko integritas bagi perusahaan keuangan lainnya. Agar memperkecil potensi terjadinya pelanggaran yang serupa, maka perusahaan perlu melakukan employment background screening. 

Integrity Indonesia sebagai perusahaan kredibel dan terpercaya menyediakan layanan Financial Regulatory Check sebagai bagian dari layanan employment background screening Integrity Indonesia yang dilakukan berdasarkan regulasi yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

Dengan melakukan Financial Regulatory Check, perusahaan dapat memastikan apakah kandidat:

– Memiliki riwayat melakukan tindakan menyimpang terkait keterlibatan dalam pengelolaan keuangan suatu perusahaan

– Telah mendapat larangan untuk menjadi perwakilan dari perusahaan berjangka

– Telah didiskualifikasi untuk mempraktekan keahliannya di industri keuangan.

Hubungi kami hari ini untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut mengenai Financial Regulatory Check dan layanan employment background screening.

 

 

 

Image by Megan Rexazin from Pixabay

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search