Ulasan Film ‘The Big Short’: di Balik Housing Bubble Amerika Serikat

 In Artikel

FilmThe Big Shortdiadaptasi dari buku berjudul sama karya Michael Lewis di tahun 2010. Buku yang disebut New York Times sebagai buku bisnis terbaik selama dua dekade tersebut diangkat menjadi film berdasarkan kisah nyata tentang krisis ekonomi global, terutama di Amerika Serikat di tahun 2007-2008. Krisis finansial global pada tahun 2007-2008 dianggap oleh banyak kalangan sebagai krisis finansial terburuk sejak “Great Depression” yang berlangsung pada 1930-an.

Film ini  menceritakan bagaimana seorang hedge fund manager di Scion Asset Management, dr. Michael J. Burry—diperankan oleh Christian Bale— menemukan sesuatu yang tidak wajar pada kredit perumahan yang sedang populer karena dipasarkan oleh bank-bank di Amerika. 

Lewie Ranieri, seorang bankirWall Street, menciptakan apa yang disebutmortgage-backed securities(MBS), mirip dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia. Perusahaan Wall Street memasukkan ribuan hipotek rumah ke dalam satu sekuritas dan menjualnya kepada investor dan bank. Karena MBS menggunakan metodeleverage, maka mereka harus mendorong peningkatan transaksi rumah agar keuntungan yang didapat semakin tinggi.

Permasalahan dimulai ketika mereka menawarkan kredit perumahan kepada mayoritas peminjam yang dianggap tidak sehat secara finansial, disebut dengansubprime mortgage. Mereka tidak melakukan verifikasi data serta memanipulasi peraturan sehingga syarat peminjaman pun sangat dipermudah. Hal ini bertujuan agar semakin banyak orang yang tertarik untuk kredit rumah.

Tentu saja, produk MBS akan menjadi bom waktu yang akan meledak dan berdampak pada sistem perekonomian di AS. Semakin banyak hipotek rumah berisiko yang masuk ke dalam sekuritas. Banyak pemilik rumah yang menunggak pembayaran dan akhirnya menyita rumah mereka. Bank pun akhirnya memiliki banyak rumah sitaan, lalu melelangnya sehingga harga properti turun dan jadilah Bank rugi besar hingga menyebabkan ekonomi AS merosot turun.

The Big Shortmenunjukkan keserakahan bankir hipotek perusahaanWall Street. Demi meraup keuntungan, mereka menawarkan pinjaman kepada orang-orang tanpa memastikan mereka dapat membayarnya kembali. 

 

 

 

Written by: Aqilla

Photo: Youtube | Paramount Pictures

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search