Mantan Pengembang Microsoft Berhasil Gasak lebih dari 10 Milyar Dolar

 In Artikel

Occupational fraud atau penyalahgunaan jabatan bisa terjadi di perusahaan besar maupun kecil, tak terkecuali raksasa perangkat lunak, Microsoft. Seorang mantan pengembang perangkat lunak Microsoft dinyatakan bersalah karena mencuri mata uang digital senilai 10 milyar dolar AS dari perusahaan.

Berdasarkan keterangan US Attornye’s office Volodymyr Kvashuk, yang bekerja untuk Microsoft dari Agustus 2016 hingga Juni 2018, dinyatakan bersalah pada Selasa (25/02) oleh Pengadilan Negeri Seattle, Amerika Serikat setelah lima hari masa sidang.

Mengutip dari Business Insider (26/02), semasa kerjanya, Kvashuk pernah ditugaskan untuk menguji platform ritel online Microsoft. Ia menyalahgunakan akses ke platform tersebut untuk mencuri gift card yang kemudian ia jual kembali di internet. Ia menggunakan hasil penjualan untuk membeli kendaraan Tesla senilai 160,000 dolar dan rumah tepi danau senilai 1.6 juta dolar.

Beruntung pengendalian internal Microsoft bekerja dengan baik sehingga berhasil mendeteksi adanya pencurian setelah berlangsung selama tujuh bulan.Tak hanya mencuri dari MIcrosoft, terdakwa juga mencuri dari pemerintah AS sehingga kasusnya ditangani oleh IRS-CI.

Belajar dari kasus fraud tersebut, pengendalian internal penting untuk meminimalkan peluang risiko fraud dan ancaman dari dalam perusahaan serta meminimalkan kerugian. Salah satu bentuk pengendalian internal dari sisi pengelolaan sumber daya manusia adalah monitoring melalui post-hire screening atau continuous background screening

Sama pentingnya dengan pre-employment screening, post-hire screening berguna sebagai alat evaluasi risiko-risiko internal dan untuk memastikan bahwa perusahaan menempatkan para karyawan di posisi yang tepat. Screening ini dilakukan terhadap karyawan secara berkala untuk mengidentifikasi potensi perubahan status informasi pribadi, latar belakang dan gaya hidup karyawan. Post hire-screening juga dilakukan perusahaan dalam rangka evaluasi kenaikan jabatan atau dalam situasi di mana status karyawan berubah dari outsourcing menjadi direct hiring dan direct hiring menjadi karyawan tetap.

Integrity Indonesia dengan pengalaman lebih dari lima belas tahun dalam bidang kepatuhan, memberikan layanan employment screening yang menyeluruh bagi klien. Layanan screening kami dilakukan melalui Prisma, platform screening kami yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi HR klien kami. Untuk informasi lebih detail tentang bagaimana cara screening kami bekerja membantu perusahaan Anda mencegah dan menangani fraud, hubungi kami hari ini.

 

Baca juga:

Cara Credit Check Cegah Risiko Fraud di Perusahaan Anda

3 Skandal Kecurangan yang Libatkan Perusahaan Jepang

 

 

 

Photo by Tadas Sar on Unsplash

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search