Hal-Hal Kecil yang Menyebabkan Korupsi

 In Artikel

Fraud adalah masalah global yang ditemukan di berbagai negara, budaya, ideologi, dan organisasi. Di Indonesia, korupsi adalah kategori umum fraud dan sejauh ini merupakan yang paling merusak. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Indonesia dan Pusat Penelitian dan Pencegahan Kejahatan Kerah Putih (P3K2P) 2016, korupsi terjadi di sekitar 67% kasus penyalahgunaan jabatan (occupational fraud) di Indonesia. dengan kerugian mencapai hingga 10 miliar rupiah per tahun.

Kasus-kasus korupsi hampir setiap hari ada di tajuk media. Namun, yang sering kita abaikan adalah kasus-kasus skandal korupsi ini berawal dari hal-hal kecil. Namun, hal-hal kecil ini sebenarnya tidak kecil. Mereka adalah pelanggaran yang dianggap sepele yang kemudian dirasionalisasi oleh masyarakat sehingga menjadi budaya. Setidaknya itulah kesimpulan dari sebuah penelitian yang berjudul Menyingkap Budaya Penyebab Fraud: Studi Etnografi di Badan Usaha Milik Negara yang diterbitkan dalam Economia Journal.

Penelitian yang dilakukan pada salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia di kota Medan menemukan bahwa budaya ‘orang dalam’ selama proses rekrutmen adalah salah satu akar penyebab korupsi. Nepotisme, dianggap sepele dan dirasionalisasi menjadi sesuatu yang dianggap normal dan melekat dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan dianggap sebagai perbuatan baik. Pada akhirnya, pelanggaran sepele ini akan menciptakan budaya ‘menghalalkan segala cara’ dan kerahasiaan di antara karyawan untuk melindungi tindakan korupsi satu sama lain.

Pelanggaran etika semacam itu dapat dikurangi jika perusahaan berkomitmen untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), yang bertujuan untuk menjaga kesehatan perusahaan dalam jangka panjang. GCG terdiri dari praktik-praktik yang menjunjung tinggi transparansi di setiap aspek bisnis, salah satunya adalah penerapan whistleblowing. Di Indonesia, whistleblowing terkait dengan PERMA No. 13 Tahun 2016 tentang prosedur penanganan kasus pidana oleh perusahaan.

Whistleblowing diakui sebagai car paling efektif untuk mendeteksi fraud sejak dini. Whsitleblowing system dapat bekerja secara efektif jika perusahaan menciptakan lingkungan di mana karyawan dan pemangku kepentingan terdorong secara aktif dan merasa aman untuk menyampaikan kekhawatiran mereka tentang kegiatan yang diduga melanggar etika atau peraturan. Jika whistleblowing bekerja secara efektif, nepotisme yang ditemukan dalam penelitian tersebut dapat dideteksi sejak dini sebelum menjadi budaya yang mengakar dan menyebabkan kasus korupsi yang memalukan.

Integrity, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kepatuhan selama lebih dari lima belas tahun, siap membantu perusahaan Anda untuk membuat sistem whistleblowing. Selain menyediakan berbagai saluran pelaporan yang ramah pengguna dan aman melalui Canary® Whistleblowing System, kami juga membantu klien dalam memberikan edukasi dan berkomunikasi dengan karyawan mereka tentang dasar-dasar whistleblowing melalui sesi pelatihan, poster, standing banners, dan meedia komunikasi cetak lainnya. Jangan abaikan hal-hal kecil, hubungi kami hari ini untuk informasi lebih lanjut tentang sistem whistleblowing.

 

Baca Juga:

3 Fakta Mega Skandal Fraud Jiwasraya

Sistem Border Measure HKI, Bukti Keseriusan Pemerintah Indonesia Lindungi HKI

Terdakwa Kasus Penipuan Menjabat Dirut TranJakarta, Saatnya Otoritas Publik Pertimbangkan Background Screening

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search