Apa yang harus dilakukan ketika whistleblower hadapi pembalasan?

Apa yang harus dilakukan ketika whistleblower hadapi pembalasan?

Anonimitas adalah inti dari sistem pelaporan pelanggaran, yang memberikan kesempatan untuk melindungi pelapor dari tindakan pembalasan, yang berupa pemutusan hubungan kerja, pelecehan, pemotongan gaji, evaluasi negatif, kehilangan kesempatan untuk mendapatkan promosi, dll. Namun, anonimitas bukanlah jaminan satu-satunya agar terhindar dari pembalasan.

Menurut Miceli, mayoritas pelapor internal yang menggunakan saluran eksternal atau publik juga telah meniup peluit secara internal dan mengalami pembalasan (qt. dalam Lipman). Perlindungan whistleblower harus melibatkan prosedur untuk menangani klaim pembalasan. Perlindungan whistleblower sangat penting karena jika tidak dilakukan maka akan membuat pelapor lain enggan untuk menyuarakan kekhawatiran mereka.

Lipman, dalam bukunya yang berjudul Whistleblowers: Insentif, Disinsentif, dan Strategi Perlindungan, praktik terbaik untuk mengatasi pembalasan adalah memiliki penasihat independen untuk menyelidiki pembalasan apa pun – baik secara halus maupun langsung – yang diklaim oleh pelapor. Misalnya, jika pelapor diancam akan dipecat, keputusan apa pun untuk mengakhiri hubungan kerja pelapor yang sah harus disetujui oleh direktur independen. Tergantung pada kebijakan whistleblowing perusahaan, penasihat independen dapat berupa komite audit yang ditunjuk oleh dewan komisaris.

Salah satu tanggung jawab penasihat independen adalah menyelidiki apakah pembalasan dapat dibenarkan. Komite audit internal harus dapat memberikan penilaian yang independen dan tidak subyektif atas tindakan pembalasan tersebut dengan melakukan investigasi yang adil. Dengan bantuan penasihat independen, direktur independen dapat membuat keputusan yang adil atas pemberhentian tersebut. Sistem pelaporan pelanggaran yang efektif harus membuat pencegahan dan anti-pembalasan menjadi proaktif dan bukannya menghambat aspek penyampaian kekhawatiran.

Baca juga:

Why Your Corporation Should Treat Whistleblowers as Assets

Who Should Investigate Whistleblower Reports in the Company?

Whistleblower: Money or Moral? Which One Does Motivate?

 

Lipman, Frederick D. 2012. Whistleblowers: Incentives, Disincentives, and Protection Strategies. Wiley Corporate F &A
Business photo created by yanalya – www.freepik.com

Share this post:

KANTOR PUSAT

ALAMAT

Jl. RS. Fatmawati Raya No. 57-B, Cilandak Barat, Jakarta 12430, Indonesia

TELEPON

SUREL

PERUSAHAAN TERKAIT

ANGGOTA DARI

IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

BERLANGGANAN BULETIN

Dapatkan perkembangan berita dan wawasan industri

    Hak Cipta – INTEGRITY – Hak Cipta Dilindungi Undang-undang © 2024 – Pemberitahuan Privasi | Persyaratan Layanan| Content Protection by DMCA.com