Indonesia Urutan Ke-2 Negara dengan Pengguna ‘Terinfeksi’ Phishing Terbanyak

 In Artikel

Phishing kian marak terjadi di Asia Tenggara. Setidaknya hal tersebut diungkap oleh laporan statistik terbaru yang dirilis oleh Kaspersky – perusahaan keamanan siber global. Menurut laporan tersebut total percobaan phishing terhadap pengguna internet di wilayah Asia Tenggara mencapai 14 juta kali dalam waktu enam bulan pertama pada 2019.

Dari 14 juta kali, sebanyak 11 juta kali percobaan ditargetkan pada pada tiga negara yaitu Vietnam, Malaysia dan Indonesia. Percobaan phishing di sini adalah upaya para pelaku untuk membujuk para pengguna Kaspersky mengunjungi website tipuan untuk mencuri data-data mereka.

Adapun negara dengan jumlah pengguna terbanyak yang terinfeksi phishing ditempati oleh Malaysia dengan persentase 15.829% pengguna atau naik sekitar 4.5% dari tahun 2018. Diurutan kedua ada Indonesia dengan persentase 14.316% atau naik sekitar 3.6% dari tahun 2018. Diurutan ketiga ditempati oleh Thailand dengan 11.972% atau naik sekitar 1% dari tahun sebelumnya. Adapun pengguna yang terinfeksi phishing merujuk pada proporsi pengguna Kaspersky yang ditargetkan oleh phishing dalam jangka waktu tertentu.

 

Baca Juga:

Richard Branson: Penipu Berpura-pura Menjadi Diriku Untuk Mencuri Informasi Pribadi Anda

83% Perusahaan Diserang Phishing, Ini Penyebabnya

 

Phishing pada dasarnya mengeksploitasi sisi emosional dan hubungan antar manusia untuk mencuri uang atau data-data penting seperti data pribadi, data kartu kredit, data perusahaan demi keuntungan si pelaku dan merugikan korban. Alih-alih meretas sistem IT, para pelaku menggunakan cara halus dengan menipu individu. Contohnya, mengirimkan email kepada individu seolah-olah dari bank dan mengarahkan individu tersebut ke sebuah website yang ternyata malware. Dengan malware tersebut pelaku dapat mencuri data-data pribadinya.

Yeo Siang Tong, General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara, Seperti dikutip dari Iaasiaonline mengatakan bahwa statistik tersebut menandakan bahwa metode lama namun efektif tersebut nyata terjadi di Asia Tenggara dan tidak ada tanda-tanda fenomena ini akan pudar dalam waktu dekat. Asia Tenggara memiliki banyak populasi orang muda yang mobile dan suka tidak suka mereka perlu mendapatkan edukasi tentang risiko serangan seperti phishing.

Statistik tersebut seharusnya juga menjadi peringatan bagi perusahaan agar lebih waspada. Dalam sebuah perusahaan, masalah phishing bukan hanya tanggung jawab departemen IT, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh stakeholder perusahaan. Apabila seorang karyawan menjadi korban phishing, maka data-data perusahaan pun berisiko dicuri. Salah satu upaya mitigasi yang bisa dilakukan perusahaan adalah memberikan edukasi kepada seluruh karyawan tentang phishing, selain memperkuat dari sisi teknologi.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search