Google Dituduh Jual Data Pengguna Ke Pengiklan

 In Artikel

Perlindungan data pengguna selalu menjadi isu yang terus diperbincangkan di era digital. Tahun lalu dua raksasa teknologi, Facebook dan Google harus mempertanggungjawabkan kesalahan teknis sistem mereka terkait perlindungan data penggunanya di depan parlemen AS. Tahun ini Google diterpa masalah yang serupa yaitu penyalahgunaan data pengguna.

Dilansir dari Financial Times, Google dilaporkan telah melanggar aturan GDPR dengan secara diam-diam ‘menjual’ data pengguna kepada pengiklan. Komisi Perlindungan Data Irlandia mulai menginvestigasi dugaan pelanggaran ini sejak laporan masuk pada bulan Mei. Laporan dibuat oleh Johnny Ryan, chief policy officer di Brave – mesin telusur tertarget – yang baru-baru ini menyerahkan bukti baru kepada komisi.

Bukti baru tersebut berdasarkan pengamatannya terhadap Google yang menunjukkan bahwa Google menggunakan pelacak yang memungkinkan merekam semua informasi aktivitas pengguna di mesin telusur Google. Pelacak tersebut kemudian dihubungkan dengan sebuah laman website kosong. Menurut Ryan metode paling mendasar dari praktik pelanggaran ini adalah Google membuat sebuah laman yang pengguna tidak pernah bisa lihat lantaran tidak memiliki konten, namun memungkinkan pihak ketiga menyelinap ke laman kosong tersebut dan mengamati pengguna tanpa diketahui pengguna.

Proses yang dijelaskan olehnya tersebut kemungkinan merupakan ‘cookie matching’. Google developer menjelaskan bahwa dalam ‘cookie matching’ ada prinsip-prinsip proses dan privasi yang mesin telusur harus taati, contohnya tidak membolehkan data para pengguna diketahui oleh banyak perusahaan.

Observasi Ryan kemudian dilakukan ulang oleh analis teknologi periklanan Zach Edward dari Victory Medium. Edward merekrut ribuan orang untuk menguji perilaku Google selama lebih dari sebulan. Mereka menemukan bahwa pelacak bekerja dengan cara unik dan dibagikan di antara para perusahaan iklan untuk meningkatkan kemampuan penargetan mereka.

Juru bicara Google mengklaim belum memeriksa detail laporan dan bukti yang diajukan Ryan. Namun, juru bicara membantah bahwa Google menayangkan iklan yang dipersonalisasi atau mengirim permintaan penawaran ke perusahaan periklanan tanpa persetujuan pengguna.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search