Mantan Analis Ungkap Fraud Walt Disney Co.

 In Artikel

Belum reda publik dikejutkan oleh laporan dugaan kecurangan GE yang diungkap oleh Harry Markopolo, muncul laporan dugaaan kecurangan yang dilakukan oleh konglomerat hiburan dan media Walt Disney Co. Sandra Kuba mantan analis keuangan senior Walt Disney melaporkan dugaan penggelembungan laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).

Baca Juga: Dugaan Skandal Fraud GE Lebih Serius Daripada Enron

Seperti dikutip dari Nypost, Kuba mengatakan bahwa para karyawan melebih-lebihkan laporan pendapatan perusahaan secara sistematis hingga miliaran dolar AS, terutama untuk divisi taman dan resort. Kuba menduga para karyawan mencatat pemasukan dari gift cards dua kali, ketika tamu membeli gift card dan ketika gift card digunakan di resort. Terkadang, mereka mencatat pemasukan meskipun gift card diberikan secara gratis kepada tamu. Menurutnya, pemasukan tahunan Disney telah digelembungkan hingga sebanyak 6 milyar dolar AS hanya dalam satu tahun laporan keuangan pada 2008-2009.

Kuba yang sudah bekerja untuk Walt Disney selama 18 tahun sebenarnya sudah melaporkan penyimpangan-peyimpangan yang ia temukan kepada pihak manajemen pada tahun 2013 tetapi tidak ada satupun orang di manajemen yang menanggapi. Lalu, ia melaporkan temuannya kepada eksekutif senior pada tahun 2016 dan tidak pula mendapat tanggapan. Akhirnya pada 2017 ia pun secara langsung mendatangi SEC untuk melapor. Seperti whistleblower pada umumnya yang identitasnya terungkap, Kuba mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari perusahaan yaitu pemecatan.

Read More: Whistleblowing: Why the safety And Anonymity Of The Whistleblower Do Matter

Seorang juru bicara Walt Disney dalam wawancara dengan MarketWatch bahwa tuduhan yang dilayangkan oleh mantan pegawai mereka sudah diulas secara mendalam oleh perusahaan dan tidak berdasar sama sekali.

SEC belum memberikan tanggapan secara resmi terkait laporan Kuba. Laporan yang masuk ke SEC pertahun bisa mencapai 25 ribu laporan. Dengan keterbatasan sumberdaya, tentu tak semua laporan akan ditindaklanjuti dan membutuhkan waktu untuk mengulas laporan-laporan yang masuk. Intinya, apabila benar Walt Disney menggelembungkan laporan keuangan sejak 2008, maka akan ada banyak revisi laporan keuangan dan tentunya harga saham terancam anjlok.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search