P2P Lending: Verifikasi Offline Menambah Lapis Pencegahan Fraud

 In Artikel

Salah satu keunggulan P2P lending adalah proses pencairan dana pinjaman yang relatif lebih cepat daripada bank konvensional. Tak sedikit masyarakat yang mungkin bertanya bagaimana proses tersebut bisa lebih cepat? Apakah cukup layak sebagai upaya pencegahan fraud?

Proses due diligence, termasuk KYC, adalah sebuah kewajiban bagi institusi keuangan dalam rangka mencegah fraud. Prosedur ini pun tetap diterapkan oleh P2P lending.

Kalau proses kredit akuisisi atau inisiasi, kita harus tetap melakukan due diligence, tetap dilakukan KYC, pengecekan ke APU PPT untuk anti money laundering dan DTTOT untuk memastikan users tidak terlibat terorisme,” Papar Chief Risk Officer Investree Amalia Safitri saat ditemui Integrity di kantor Investree di bilangan Semanggi. Investree merupakan pioneer P2P lending marketplace di Indonesia yang sudah terdaftar di OJK sejak 2017.

Baca Juga: Pencegahan Fraud: Bagian Krusial Dari AI dan Pembelajaran Mesin

Dengan menerapkan teknologi terkini proses due diligence terhadap calon borrower P2P lending berjalan relatif lebih cepat dibanding bank konvensional. Hal ini seperti diungkapkan Investree.

“Kenapa bisa lebih cepat pengecekan terhadap calon borrower? kami bekerjasama dengan beberapa partner, salah satunya dengan WorldWideCheck untuk pengecekan anti money laundering. Untuk berhubungan dengan partner itu kita sudah menggunakan teknologi. Mereka punya platform, kami juga punya platform dan dihubungkan dengan tekonologi sehingga semua pengecekan bisa real-time,”Jelas Amalia.

Namun, tak semua proses dalam P2P lending dilakukan secara online. Ada kalanya P2P lending masih memerlukan proses verifikasi secara offline, terutama mereka yang target utamanya adalah UMKM seperti Investree.

Selain melakukan online due diligence, Investree juga melakukan pengecekan lapangan atau verifikasi offline terhadap calon borrower baru. Selain mengedukasi para pelaku UMKM yang memang tingkat penetrasi teknologinya masih rendah, tim investree juga sekaligus melakukan verifikasi offline. Cara ini menambah lapis keamanan dalam mencegah fraud.

“Tetap ada tim kami yang mengunjungi lokasi bisnis UMKM karena mau tidak mau kami harus mengedukasi mereka tentang bagaimana cara mendaftar melalui platform, upload dokumen, KYC melalui platform. Sementara mengedukasi, kami juga melakukan verifikasi offline dengan melihat lokasi bisnis, rumah mereka, dokumen-dokumen asli milik mereka. Itu juga upaya kami mencegah fraud,” Pungkasnya.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search