2 Alat Efektif Pelihara Keamanan Lingkungan Kerja

 In Artikel

Beberapa bulan lalu sebuah kasus besar terjadi di Indonesia. Kasus tersebut melibatkan salah seorang anggota BPJS yang dituduh melakukan pelecehan seksual oleh salah satu asistennya.

Di masa lalu, kasus-kasus terkait pelecehan seksual jarang dibicarakan secara terbuka, terutama karena kasus-kasus seperti itu membawa dampak negatif bagi citra sebuah perusahaan. Kini, semakin banyak perusahaan dan organisasi yang menganggap bahwa pelecehan seksual adalah perilaku yang tidak dapat diterima di lingkungan kerja sehingga mereka membicarakannya secara terbuka dalam rangka melindungi aset-aset yang dimiliki.

 

Tindakan pencegahan

Dalam rangka menghindari insiden buruk tersebut, penting bahwa perusahaan melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan pre-employment screening. Screening ini melibatkan berbagai jenis cek yang didesain untuk memverifikasi informasi latar belakang kandidat, seperti kriminal dan litigasi, latar belakang pendidikan, referensi dan bahkan performanya saat di pekerjaan sebelumnya.

Kriminal cek sebetulnya adalah tahap awal pre-screening kandidat. Untuk pengecekan lebih lanjut, sebuah media search menyeluruh bisa dilakukan untuk mengidentifikasi kebiasaan pribadi kandidat dan perilaku-perilaku yang berpotensi mengkhawatirkan untuk lingkungan kerja dapat.  Melakukan pengecekan terkait kandidat pada atasan sebelumnya sangat penting. Kita juga bisa mendapatkan informasi yang baik dan buruk terkait kandidat dari departemen HR. Tidak ketinggalan pula untuk melakukan reference check. Dibanding kolega lainnya, mantan atasan kandidat seharusnya menjadi orang terdekat dan diharapkan bisa mengetahui lebih banyak dan akurat  informasi tentang performa kerja, kompetensi dan perilaku kandidat.

Baca Juga:Begini Cara Background Screening Menyaring Kandidat yang Tepat

 

Memelihara keamanan lingkungan kerja

Tindakan pencegahan tidak berhenti setelah kandidat diterima menjadi karyawan. Perusahaan harus memelihara keamanan lingkungan kerja dengan melakukan post-hire screening. Lebih dikenal sebagai continous monitoring, post-hire screening sama pentingnya dengan pre-employent karena post-hire menyediakan alat berharga untuk mengevaluasi risiko-risiko ancaman dari orang-orang dalam (contohnya, kekerasan, penggelapan, kecurangan dan/atau pencurian) dan memastikan bahwa mereka menempatkan karyawan di posisi yang tepat.

Baik pre-employment maupun post-hire screenings sama pentingnya dan terbukti menjadi tindakan efektif dalam meminimalkan risiko. Integrity sudah dipercaya oleh banyak klien sebagai sebuah penyedia solusi mitigasi. Apabila Anda membutuhkan infoemasi tentang bagaimana screening bekerja untuk perusahaan Anda, jangan ragu untuk menghubungi kami.

Read More:Continuous Monitoring: Upaya Mitigasi Risiko Internal

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search