5 Upaya Memitigasi Procurement Fraud di Perusahaan Anda

 In Artikel

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan kerugian negara mencapai 1.02 triliun rupiah sepanjang 2017 karena kecurangan procurement (procurement fraud). Procurement fraud merupakan kecurangan yang terjadi saat proses procurement di perusahaan swasta maupun institusi pemerintah.

Jenis kecurangan ini amat sering terjadi dan tak mudah dideteksi, dibuktikan atau dituntut ke meja hijau lantaran banyak pihak terlibat, terutama pihak internal dan dapat terjadi di berbagai tahap siklus hidup procurement. Procurement fraud merupakan jenis kecurangan yang paling sulit diberantas. Berdasarkan Indonesia Procurement Watch, 70% dari kasus korupsi di Indonesia berasal dari pembelian barang dan jasa.

Procurement fraud mewujud dalam berbagai bentuk, di antaranya:

– Kickback (suap)

– Bid rigging

– Fraudulent invoice

– Order fiktif

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Walaupun jenis kecurangan ini yang paling kompleks untuk diberantas dan tak mungkin benar-benar diberantas hingga habis, namun kecurangan ini bisa diminimalkan dengan menerapkan aksi-aksi pencegahan yang tepat, yaitu:

 

  1. Bangun dan tegakkan kultur etika

Kultur etika perusahaan yang kuat mendorong para stakeholder untuk melakukan hal yang benar. Dengan begitu mengurangi kecenderungan mereka untuk merasionalkan aksi kecurangan.

 

  1. Merekrut orang yang benar

Ada banyak kasus di mana perusahaan harus mengalami kerugian finansial dan reputasi karena kecurangan dan perilaku yang tidak baik dilakukan oleh karyawannya. Penting bagi perusahaan untuk mengambil langkah antisipasi dengan melakukan pre-employment screening dalam tahap rekrutmen.

 

  1. Mengembangkan, menegakkan dan mengulas internal control

Perusahaan yang memiliki pengalaman kontrol anti-fraudmengalami kerugian lebih sedikit daripada perusahaan yang tak memilikinya.

 

  1. Ketahui vendor Anda

Menjalankan due diligence terhadap vendor potensial adalah cara logis untuk meminimalkan segala potensi risiko yang mungkin timbul setelah kerjasama berjalan. Due diligence yang diimplementasikan dengan seksama memberikan hasil valid yang mana merupakan kunci bisnis dalam menyeleksi vendor yang tepat.

 

  1. Awasi procurement

Lakukan pemeriksaan reguler untuk memastikan rantai pasok berjalan sesuai kepatuhan dan standar operasional.

 

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search