Continuous Monitoring: Upaya Mitigasi Risiko Internal

 In Artikel

Banyak perusahaan yang biasanya hanya melakukan screening pada saat seleksi karyawan (pre-employment screening), tapi luput tak melakukan continuous monitoring.

Sama pentingnya dengan pre-employment screening, post-hire screening atau yang lebih popular disebut continuous monitoring  berguna sebagai alat evaluasi risiko-risiko internal dan untuk memastikan bahwa perusahaan menempatkan para karyawan di posisi yang tepat.

Continuous monitoring merupakan screening yang dilakukan terhadap karyawan secara berkala untuk mengidentifikasi potensi perubahan status informasi pribadi, latar belakang dan gaya hidup karyawan.

Kini, continuous monitoring diaplikasikan ketika perusahaan mempertimbangkan untuk mempromosikan karyawan atau dalam situasi di mana status karyawan berubah dari outsourcing menjadi direct hiring dan direct hiring menjadi karyawan tetap.

Media search, verifikasi residen, kriminal, kepailtan, dan kontak darurat adalah tipe-tipe pemeriksaan wajib. Credit check dapat menunjukkan peringatan adanya perilaku finansial yang tak wajar. Adapun, check on group sanction dan reverse dictatorship merupakan pengecekan yang lebih komprehensif.

Bagi posisi tertentu seperti pilot atau supir, tes narkoba secara berkala dianggap sangat penting untuk mempromosikan dan menjaga lingkungan kerja yang aman dan mencegah terjadinya kecelakaan.



Recommended Posts

Start typing and press Enter to search