E-Commerce Merugi Lebih Dari Dua Kali Lipat Karena Online Payment Fraud

 In Artikel

Menyambut awal tahun 2019, e-commerce perlu menyiapkan metode baru untuk melindungi reputasi platform dan konsumen dari fraud. Juniper Research memperkirakan bahwa kerugian tahunan yang diderita e-commerce akibat payment fraud mencapai 48 miliar dolar hingga tahun 2023. Perkiraaan tersebut bertumbuh lebih dari dua kali lipat dari 22 miliar dolar pada 2018.

Apa itu payment fraud? Segala bentuk transaksi ilegal atau palsu yang dilakukan oleh pelaku kejahatan siber. Pelaku merampas uang, properti pribadi, atau informasi sensitif melalui Internet. Ada tiga karakteristik umum payment fraud:

  • Transaksi penipuan atau tanpa izin; pelaku mencuri data pribadi kartu kredit konsumen dan menggunakannya untuk bertransaksi.
  • Merchandise hilang atau dicuri
  • Permintaan pengembalian dana; pelaku berpura-pura barang tak sampai di tempat dan meminta pengembalian dana.

Masih berdasarkan hasil riset tersebut, salah satu faktor pendorong meningkatnya fraud tersebut adalah karena perubahan perilaku konsumen yang makin menyenangi transaksi melalui perangkat mobile (m-commerce).

Berdasarkan data yang dipublikasi oleh Statista, jumlah pengguna smartphone diperkirakan akan meningkat dari 2,1 miliar pada 2016 menjadi sekitar 2,5 miliar pada 2019, dengan tingkat penetrasi smartphone juga meningkat. Lebih dari 36 persen populasi dunia diproyeksikan untuk menggunakan smartphone pada tahun 2018, naik dari sekitar 10 persen pada tahun 2011.

Berdasarkan prediksi 451 Research, perusahaan terkemuka di bidang riset IT, jumlah transaksi m-commerce akan mengambil alih transaksi e-commerce secara global pada 2019. Tiongkok akan menjadi pemimpin pasar m-commerce dengan nilai transaksi perangkat mobile melebihi 1 triliun dolar AS.

Berbagai mekanisme pembayaran instan dan layanan transfer uang P2P mobile menawarkan kenyamanan dan kepraktisan bagi konsumen, sementara itu para pelaku kecurangan melihat celah yang bisa dieksploitasi dari mekanisme transaksi mobile yang terbilang masih berkembang tersebut.

Menilai prediksi angka kerugian akibat payment fraud, sudah pasti e-commerce tak bisa memakai cara lama dalam memitigasi risiko fraud. Mereka perlu mengevaluasi strategi pencegahan fraud dan terus memerhatikan tren-tren terbaru. Juniper Research merekomendasikan sebuah pendekatan pencegahan yang bisa diterapkan secara omnichannel dan melindungi tak hanya konsumen, tapi juga merchant dan mitra yang terlibat dengan tetap mempertahankan friksi transaksi seminimal mungkin- kemungkinan konsumen meninggalkan keranjang belanja karena proses autentikasi yang dirasa merepotkan.



Recent Posts

Start typing and press Enter to search