4 Tren Rekrutmen 2019 yang Perlu Disimak

 In Artikel

Seiring dengan dunia bisnis yang terus menerus berubah, penting bagi bisnis menerapkan strategi perekrutan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Mengikuti tren akan membantu pengusaha menyusun strategi perekrutan yang tepat. Selama tahun berikutnya tren ini mengharuskan Anda untuk mengubah strategi perekrutan lama Anda.


1. background check terhadap pekerja lepas

‘Gig economy’, istilah yang baru-baru ini menjadi tren di dunia tenaga kerja mengacu pada kebangkitan pekerja lepas online yang siap bekerja kapanpun diperlukan. Siapa sajakah yang termasuk pekerja lepas? Bisa jadi penulis, pemasar, desainer grafis, atau pengemudi yang bertemu pelanggan dari aplikasi ride-sharing. Di Indonesia, ‘Gig economy’ telah dimulai sejak booming aplikasi ride-sharing, seperti GoJek dan Grab.

Pada 2019, keberadaan pekerja lepas online akan menjadi lebih lazim dan mengubah lansekap pasar tenaga kerja. Ketika risiko potensial berpindah dari pekerja 9-5 menjadi pekerja ‘ekonomi pertunjukan’, semakin banyak pengusaha menyadari pentingnya menjalankan penyaringan latar belakang pada para freelancer. Oleh karena itu, penapisan latar belakang pada freelancer menjadi norma baru.


2. Teknologi HR

Teknologi yang membantu proses rekrutmen akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan pasar HR. Pada dasarnya teknologi HR ini mempersingkat proses rekrutmen. Proses rekrutmen dari mulai mencari dan menyaring kandidat potensial yang tadinya dilakukan secara manual mulai beralih menggunakan platform online atau software otomasi. Dengan menggunakan software otomasi, perekrut tak perlu membuang waktu untuk tahapan rekrutmen yang sifatnya rutin karena sudah dibantu oleh software. Dengan begitu proses rekrutmen berlangsung lebih efisien dan meminimalkan risiko perusahaan kehilangan kandidat terbaik karena proses rekrutmen yang panjang.


3. Post employment screening

Pre-employment screening menjadi hal yang lumrah diimplementasikan oleh perusahaan. Menyadari semakin tingginya risiko di era digital yang terus berubah, makin banyak perusahaan yang tak hanya menerapkan pre-employment screening, tetapi juga menerapkan post employment screening.

Karyawan yang sudah lolos tahap pre-employment screening dan sudah bekerja, bukan berarti bebas risiko. Bisa saja karyawan yang kita percayai melakukan hal-hal merugikan yang diluar dugaan, terlebih risiko makin meningkat di era teknologi digital yang canggih seperti saat ini. Untuk memitigasi risiko semacam itu perusahaan mulai menyadari pentingnya post-employment screening yang biasanya dilakukan setiap dua, tiga, atau lima tahun sekali tergantung kebijakan perusahaan.


4.  Social media

Tren rekrutmen karyawan melalui media sosial sebenarnya sudah sejak tahun 2017 dan diperkirakan masih berlanjut pada tahun 2019 saat makin banyak milenial yang memasuki dunia kerja. Karakteristik milenial salah satunya adalah melek teknologi. Mereka gandrung menggunakan media sosial untuk berinteraksi, mengekspresikan diri dan bahkan mencari peluang lowongan kerja. Oleh karena itu, media sosial akan terus menjadi alat yang hebat untuk membangun talent pool Anda di tahun 2019.



Recent Posts

Start typing and press Enter to search