Rampingkan Proses Rekrutmen, Robot Ini Bantu Perusahaan Kenali Kandidat Berketerampilan

 In Artikel

Artificial intelligent (AI) atau kecerdasan buatan akan mengubah cara perusahaan merekrut karyawan. Setidaknya startup Triplebyte telah menerapkan otomatisasi tersebut untuk membantu perusahaan-perusahaan merekrut inividu dengan keterampilan programming sesuai kebutuhan perusahaan.

Kini semakin banyak perusahaan yang menggunakan robot untuk mempercepat proses rekrutmen dan memungkinkan manajer perekrut mengerjakan tugas yang lebih kompleks. Triplebyte, startup yang bermarkas di San Fransisco ini menawarkan metode perekrutan karyawan yang berbeda dari umumnya yaitu dengan ‘mengabaikan resume’.

Triplebyte menggunakan program kecerdasan buatan “background-blind” untuk menguji keterampilan kandidat. Intinya, aspek yang dinilai pertama kali dari kandidat adalah keterampilan programming mereka, bukan resume, gender, agama dan ras. Menurut CEO Triplebyte, Harj Taggar kandidat bisa saja memiliki keterampilan mumpuni meskipun tidak mengeyam pendidikan formal dan dengan menggunakan resume serta kredensial saat screening awal membuat perusahaan berpotensi kehilangan mereka.

Program kecerdasan buatan ini terdiri dari dua tahap yaitu quiz dan tes keterampilan programming . Kandidat dituntut untuk mampu menyelesaikan masalah dengan keterampilan mereka. Program berbasis kecerdasan buatan ini membuka kesempatan kerja yang sama bagi kandidat dengan keterampilan programming terlepas dari resume mereka. Contohnya, seseorang yang memiliki keterampilan programming dengan cara otodidak bisa memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti tes dan wawancara dengan mereka yang memiliki keterampilan tersebut melalui jalur formal.

Kandidat yang lolos tes keterampilan akan melaju ke tahap selanjutnya yaitu matching process. Program kecerdasan buatan ini membantu kandidat menemukan perusahaan yang sekiranya cocok untuk mereka. Para kandidat hanya akan melakukan wawancara dengan sejumlah kecil perusahaan yang membutuhkan dan menghargai keterampilan mereka.

Tentu saja, background checking bukannya tak penting. Hanya saja, proses tersebut diserahkan sepenuhnya pada perusahaan. Dari sisi perusahaan, robot ini meningkatkan efisiensi rekrutmen. Bagi kandidat, keberadaan robot ini meningkatkan peluang mereka menemukan perusahaan yang tepat. Kini raksasa-raksasa teknologi seperti Apple, Google, DropBox, dan lainnya menggunakan jasa Triplebyte untuk menemukan talent mereka.

 

 

Sumber:

https://www.cnbc.com/2018/10/03/future-of-jobs-your-next-job-interview-could-be-with-a-robot.html

https://www.fastcompany.com/3059901/why-this-tech-recruiting-platform-doesnt-accept-resumes

 

 

Recent Posts

Start typing and press Enter to search