Unilever Terapkan Digital Hiring, Ini 3 Keuntungan yang Bisa Dipetik

 In Artikel

Smart hiring dengan memanfaatkan artificial intelligence bukan sesuatu yang tak mungkin terwujud. Perusahaan FMCG terkemuka Unilever sudah beralih menggunakan teknlologi tersebut sejak tahun lalu 2017.

Unilever yang memiliki karyawan sekitar 172 ribu di seluruh dunia ini mendapatkan 1.8 juta lamaran pekerjaan dari seluruh dunia. Bayangkan berapa banyak waktu dan biaya yang harus dikeluarkan setiap kali perusahaan ini merekrut satu orang kandidat saja. Perusahaan ini menyadari agar bisa bertahan dan bersaing mereka perlu terus melakukan pembaruan dengan teknologi teranyar.

Seperti apa smart hiring yang adopsi oleh Unilever? Pada dasarnya perusahaan ini memanfaatkan artificial intelligence dalam membantu perekrut profesional menyeleksi kandidat. Tahap pertama, mesin akan menyeleksi kandidat dari sosial media berdasarkan profil yang dibutuhkan untuk sebuah posisi pekerjaan. Kandidat yang lolos pada tahap awal, selanjutnya akan menjalani tahap penilaian profil yang dikemas dalam bentuk game interaktif. Melalui game ini perusahaan menganalisa kemampuan kognitif, kondisi emosional dan perilaku sosial kandidat.

Setelah lolos tahap game, kandidat menjalani tahap wawancara. Kandidat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pewawancara dan diminta merekam jawaban dalam bentuk video. Pada tahap ini perekrut dibantu oleh artificial intelligence menganalisa jawaban, ekspresi wajah, nada suara dan peluang tingkat keberhasilan kandidat dalam pekerjaannya.

 

Pada dasarnya Unilever mendigitalkan proses rekrutmen. Apa keuntungannya bagi perusahaan?

1. Pilihan yang beragam

Media digital seperti media sosial adalah sebuah penghubung di mana perekrut bisa menemukan ribuan kandidat yang berpotensi menjadi kandidat terbaik bagi sebuah posisi pekerjaan. Metode konvensional memakan banyak waktu dan tak menawarkan ukuran pilihan sebesar yang ditawarkan media digital.

 

2. Efisiensi

Digital hiring sangat menghemat waktu. Misalnya, perekrut bisa memanfaatkan data untuk membandingkan informasi kandidat pada perekrutan sebelumnya untuk posisi pekerjaan yang sama. Dengan mendigitalkan proses rekrutmen, Unilever bisa menghemat waktu proses rekrutmen dari awalnya 4 bulan menjadi 2 minggu saja. Semua proses bisa dimonitor dari satu tempat dengan mudah.

 

3. Menganalisis kepribadian lebih praktis

Dengan proses manual perusahaan harus memanggil kandidat untuk tes dan wawancara untuk menilai kepribadian. Perusahaan belum tentu mendapatkan kandidat yang cocok dalam satu kali proses dan penilaian yang tak akurat. Tentu ini sangat menguras tenaga dan waktu Namun, dengan proses digital perusahaan bisa mendapatkan data terkait kepribadian dari media sosial dan wawancara online. Data-data tersebut diolah oleh mesin hingga menjadi sebuah hasil analisa. Dari hasil analisa tersebut perekrut bisa mempertimbangkan apakah kepribadian kandidat sesuai dengan posisi pekerjaan tanpa perlu berkali-kali proses wawancara.

 

 

Sources:

https://www.collarsearch.com/blog/3-advantages-of-digital-hiring

https://www.thedailystar.net/business/innovative-hiring-pays-1605466

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search