4 Langkah Untuk Membangun Keterlibatan Karyawan yang Lebih Baik

 In Artikel

Keterlibatan karyawan (employee engagement) adalah kunci kesuksesan sebuah perusahaan. Semakin baik tingkat keterlibatan karyawan dengan perusahaan, maka semakin baik pula produktivitasnya. Namun, apabila jumlah karyawan-karyawan yang direkrut sebuah perusahaan sama besarnya dengan jumlah yang mengundurkan diri (turnover rate tinggi) dalam jangka waktu tertentu, maka hal tersebut akan mengganggu kinerja perusahaan. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk memupuk dan meningkatkan keterlibatan para karyawannya.

 

1. Aktivitas bersama

Adakan aktivitas bersama, seperti contohnya outing, makan malam bersama, atau barbeque. Aktivitas semacam ini mempererat kebersamaan. Beberapa hasil studi menunjukkan semakin kuat pertemanan di tempat kerja, semakin kecil keinginan karyawan untuk pindah kerja. Mungkin akan ada karyawan yang kerap tak ikut kegiatan kantor di luar alasan pekerjaan. Karyawan seperti inilah yang perlu diwawancara untuk mencari tahu apa ketidakpuasannya dan apa yang perlu diperbaiki oleh kantor.

 

2. Kotak saran

Memang terkesan kuno, tapi kotak saran sudah teruji keampuhannya. Perusahaan kecil dengan dana terbatas bisa mengimplementasikan cara ini. Mengukur kepuasan dan kesetiaan karyawan bisa dimulai dengan meminta masukan mereka, tentunya dengan kerahasiaan, agar mereka bisa memberikan masukan yang jujur. HR bisa mengecek kotak saran sekali seminggu dan memberitahukan karyawan bahwa akan ada perubahan sesuai dengan masukan. Pastikan karyawan mengetahui bahwa kotak saran diadakan untuk masukan berupa komplain dan ide-ide yang bisa memberikan perubahan baik bagi lingkungan kerja.

 

3. Ulasan performa

Bagi manajer maupun karyawan, ulasan performa sangatlah melelahkan. Tapi, ulasan ini penting untuk menganalisis apa saja yang dilakukan karyawan. Karyawan yang memiliki performa bisa jadi pertanda bahwa ia cukup terlibat dengan perusahaan sehingga memiliki rasa puas dan tingkat loyalitas tinggi. Karyawan yang memiliki performa rendah akan menandakan sebaliknya. Manajer yang baik akan memanfaatkan waktu selama ulasan one-on-one untuk memahami apa akar masalah yang menyebabkan performa yang kurang tersebut.

 

4. Survei Voice of Employee (VoE)

Survei Voice of Employee (VoE) atau suara karyawan merupakan survei anonim dan mendalam yang digunakan untuk mengukur keterlibatan karyawan. Survei ini dibuat untuk mendapatkan wawasan terkait tingkat motivasi dan loyalitas karyawan. Survei ini juga bisa digunakan untuk mencari tahu masukan karyawan terkait kepemimpinan, tim, dan bagaimana mereka dikelola. Survei semacam ini bisa dibuat dengan tools pembuat survei gratis yang tersedia di Internet. Berikan insentif bagi sejumlah karyawan yang pertama menyelesaikan survei dan berikan tenggat waktu pengisian survei bagi seluruh karyawan.

 

 

Sumber:

https://www.clicktime.com/blog/5-steps-towards-better-employee-engagement/

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search