Seperti Apa Potensi Bentuk Kecurangan yang Dibawa IoT?

 In Artikel

Selama beberapa tahun belakangan istilah IoT (Internet of Things) banyak dibicarakan. Apa itu IoT? Sederhananya, penggunaan internet untuk menghubungkan sebuah perangkat dengan perangkat lainnya. Gatner,Inc. Meramalkan jumlah perangkat terhubung akan mencapai 8.4 miliar di seluruh dunia pada tahun 2017 dan akan mencapai 20.4 miliar pada 2020.

Perangkat-perangkat yang terhubung ini (termasuk perabot rumah tangga) akan menyimpan berbagai jenis data dalam jumlah yang besar. Secara teoritis, apapun perangkat yang terhubung dengan internet dapat dibajak (hacked) dan data yang tersimpan di dalamnya berisiko dicuri. Ada jutaan perangkat, operasional dan jaringan bisnis semua kini dapat dibajak. Keberadaan perangkat terhubung ini melahirkan bentuk baru risiko kecurangan.

Hampir semua sistem dan aplikasi cerdas menyimpan data pribadi pemiliknya dan inilah yang menjadi ‘tambang emas’ bagi para pelaku kecurangan. Data-data tersimpan termasuk data nama, alamat, nomor kontak, nomor kartu kredit, bahkan data seputar kesehatan dan perilaku pengguna perangkat atau user. Pelaku kecurangan bisa saja menggunakan malware atau membajak perangkat untuk mencuri data tanpa diketahui oleh pemilik perangkat.

Risiko ini bisa meluas hingga ke ranah bisnis. Contoh saja dalam bisnis online. Aplikasi-aplikasi yang digunakan bisnis dalam berhubungan dengan konsumennya bisa saja menyimpan data-data pribadi konsumen, termasuk kapan dan di mana pesanan produk diantar. Jika perangkat dan aplikasi tak memiliki sistem keamanan yang memadai, data-data konsumen bisa dicuri dan disalahgunakan. Seperti yang terjadi pada konsumen Starbucks yang kehilangan $550 akibat dicuri oleh pelaku kecurangan dengan membajak akun pribadinya di aplikasi Starbucks dan mengeksploitasi data pribadi untuk mengambil uang dari akun PayPal-nya.

Seperti dua sisi mata uang, IoT membawa potensi kecurangan, tapi juga potensi untuk melindungi pengguna dari kecurangan tersebut. Dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, bentuk ancaman pun bisa berubah dengan cepat dan drastis. Jika ingin meminimalkan risiko, tentu kita harus beradaptasi dengan perubahan. Satu-satunya cara melindungi diri dan bisnis secara efektif adalah dengan kewaspadaan dan up to date terhadap pengetahuan terkini.

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search