4 Modus Umum Dalam Kecurangan Asuransi

 In Artikel

Sejatinya, fungsi dari sebuah asuransi adalah sebagai alat proteksi. Namun, ada saja oknum yang memanfaatkan asuransi untuk mendapatkan uang dengan melakukan kecurangan. Berikut ini beberapa modus operandi kecurangan asuransi yang umum.

 

1. Pemalsuan dokumen

Pemalsuan dokumen bisa berupa pemalsuan identitas, surat kematian, dan dokumen-dokumen pendukung yang disertakan dalam proses klaim. Modus semacam ini pernah dihadapi oleh salah satu perusahaan asuransi ternama yang kasusnya sempat mencuat sekitar akhir Maret lalu. Perusahaan menemukan modus manipulasi klaim asuransi disertai pemalsuan dokumen identitas diri setelah melakukan investigasi. Pemalsuan dokumen juga kerap terjadi pada asuransi marine cargo, seperti dokumen kepemilikan, izin ekspor, sertifikat asal, dokumen-dokumen lain terkait kargo dan dokumen dari pihak otoritas terkait.

 

2. Klaim yang telah ‘direncanakan’ sebelumnya

Merupakan pemalsuan berupa klaim atas kejadian/insiden yang di-cover oleh polis yang direncanakan sebelumnya. Contohnya, kecelakaan mobil yang dibuat-buat, membakar properti dengan sengaja, melukai diri sendiri, menenggelamkan kapal dengan sengaja, atau melukai bahkan membunuh seseorang (yang diasuransikan) untuk mendapatkan uang asuransi.

 

3. Markup nilai klaim

Markup atau penggelembungan nilai klaim biasanya dilakukan oleh tertanggung asuransi yang bekerjasama dengan pihak ketiga. Biasanya modus ini diikuti dengan modus pemalsuan invoice. Contohnya, pihak tertanggung bekerja sama dengan dokter dan pihak rumah sakit untuk memasukkan tagihan tindakan medis yang sebenarnya tak dilakukan. Bisa pula pihak rumah sakit memberikan tindakan medis yang sebenarnya tak perlu. Dalam hal ini tertanggung atau pasien tak tahu jika dirinya sedang dimanipulasi.

 

4. Pemalsuan invoice

Invoice diperlukan untuk mengklaim asuransi. Modus ini biasanya tak dilakukan sendiri oleh pelaku kecurangan. Pelaku bekerjasama dengan pihak ketiga untuk menerbitkan invoice palsu. Nilai pembelian yang dilakukan tertanggung asuransi tak sebesar nilai yang tertera dalam invoice tersebut.

 

Modus-modus tersebut dapat dideteksi melalui proses investigasi dan sudah menjadi kewajiban perusahaan asuransi untuk melakukannya sebelum membuat keputusan terkait klaim demi melindungi hak nasabah yang lain.

 

 

Sumber:

http://finansial.bisnis.com/read/20180322/215/752823/ini-modus-yang-digunakan-untuk-manipulasi-klaim-asuransi

http://variasuransi.blogspot.co.id/2012/05/kecurangan-klaim-asuransi-fraudulent.html

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search