Sulit Merekrut Karyawan? Ini Pengaruh Brand Perusahaan Anda Terhadap Rekrutmen

 In Artikel

Membuka rekrutmen semudah menjentikkan jari pada layar smartphone. Tahap selanjutnya adalah yang disebut ‘talent war’. Mungkin saja perusahaan mendapatkan pelamar potensial, namun saat wawancara tahap akhir kandidat tak muncul. Terdengar kabar, kandidat sudah bekerja di perusahaan kompetitor. ‘Tikung menikung’ menjadi hal yang kian lumrah dalam dunia rekrutmen.

Merekrut dan meretensi karyawan terbaik perusahaan selalu menjadi tantangan. Namun, di pasar kerja yang kian ketat dan teknologi yang amat berkembang, tingkat tantangan tersebut naik berkali-kali lipat.

Menurut Sajid H Shah, CEO JobsMarkt, dalam wawancara dengan HRTechnologist mengatakan bahwa brand sangat membantu perusahaan dalam merekrut dan meretensi karyawan di tengah ketatnya persaingan. Sebuah perusahaan dengan reputasi brand positif menghemat lebih banyak upaya dan biaya dalam rekrutmen, membutuhkan waktu sedikit untuk mengisi kekosongan posisi dan cenderung menarik high-profile candidate.

Bagaimana brand memainkan peran sepanjang proses rekruitmen? Berikut tiga tahap rekruitmen yang dipengaruhi oleh brand perusahaan.

 

1. Reputasi

Elemen penting dari sebuah brand adalah reputasi. Apa yang kandidat dengar dan baca adalah kesan awal mereka terhadap perusahaan. Jika ada pembicaraan negatif tentang perusahaan di media sosial, beberapa kandidat yang tadinya mungkin tertarik untuk melamar, jadi mengurungkan niatnya. Oleh karena itu, penting untuk mengawasi dan merespon ulasan online. Skenario terbaik adalah dengan memastikan ada jauh lebih banyak ulasan positif daripada negatif tentang perusahaan. Penting untuk menjaga reputasi brand perusahaan dan ajak para pegawai bekerja sama untuk menjadi ambassador bagi perusahaan.

 

2. Tawaran karir dan gaji

Reputasi brand positif dan ternama juga diwakili dengan paket penawaran yang menarik dan menentukan kesuksesan rekrutmen. Apakah paket penawaran tersebut termasuk gaji yang kompetitif? Benefit yang menarik? Jika tidak, kecil kemungkinan perusahaan bisa merekrut kandidat terbaik dan malah mencoreng brand perusahaan. Jika sebaliknya, ke depannya perusahaan kemungkinan besar akan semakin mudah dan efisien dalam merekrut.

 

3. Kultur perusahaan

Kultur perusahaan juga merupakan komponen vital dalam brand perusahaan. Contohnya, jika perusahaan Anda dikenal dengan perusahaan yang memungkinkan karyawannya bekerja secara fleksibel dari segi waktu dan tempat atau terkenal dengan hubungan yang dekat antar sesama karyawannya, kultur semacam itu sangat membantu menarik minat kandidat dan membantu memantapkan upaya rekrutmen perusahaan.

 

 

Sumber:

https://www.entrepreneur.com/article/234815

https://www.hrtechnologist.com/interviews/recruitment-onboarding/streamlining-talent-acquisition-in-conversation-with-sajid-shah-ceo-at-jobsmarkt/

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search