3 Cara Blockchain Merevolusi Rekrutmen Karyawan dan HR

 In Artikel

Menemukan dan merekrut kandidat pegawai bukanlah perkara yang mudah. Proses verifikasi resume yang panjang dan biaya yang dikeluarkan tak sedikit. Lebih tepatnya, rekrutmen sudah menjadi pekerjaan monoton dan melelahkan selama lebih dari satu dekade. Namun, teknologi kini telah mengubah cara banyak bisnis bekerja, tak terkecuali dalam hal rekrutmen. Blockchain berpotensi menjadi solusi bagi problem klasik yang kerap dihadapi perusahaan dalam rekrutmen.

Blockchain merupakan sebuah jurnal besar digital terdistribusi yang awalnya diciptakan sebagai kerangka transaksi bitcoin. Dalam transaksi bitcoin, keberadaan blockchain menghilangkan kebutuhan akan ‘pihak ketiga terpercaya’ (bank) untuk mengecek dan memvalidasi keaslian dari setiap transaksi. Setiap transaksi akan terenkripsi dan tersimpan sebagai ‘block’ diseluruh jaringan komputer terdesentralisasi yang tidak dapat dipalsukan.

Pada dasarnya, database terdesentralisasi dan kekuatan sistem internal dalam mengelola informasi yang disimpan membuat blockchain begitu menarik bagi banyak industri dan bisnis di seluruh dunia, termasuk dalam HR dan rekrutmen. Lalu bagaimana HR dan rekrutmen bisa memanfaatkan blockchain?

 

1. Background check

Salah satu masalah problematik dan memakan banyak waktu serta biaya dalam rekrutmen adalah proses verifikasi pendidikan, keterampilan, dan pengalaman kerja atau background checking. Proses ini sangat bergantung pada sumberdaya manusia. Dengan blockchain semua track record kandidat – termasuk yang berkaitan dengan bukti identitas, sertifikasi akademik, dan gelar, riwayat pekerjaan, pemutusan gaji sebelumnya, status visa, dll – dapat dipra-validasi dan disimpan dalam platform yang aman. Kandidat dapat mengelola profilnya sepanjang masa berkarir dan memberikan akses pada perusahaan saat diperlukan. Dengan blockchain, data tersimpan aman, tak dapat diubah, dan perusahaan tak perlu membuang banyak waktu untuk memverifikasi semua informasi kandidat.

 

2. Mengelola dokumen

Mendokumentasikan sejarah rekrutmen perusahaan adalah tantangan lainnya. Sangat sulit untuk mempertahankan dan mengelola dokumen kandidat dari perekrutan sebelumnya. Memvalidasi data historis rekrutmen juga menjadi masalah. Dengan blockchain, perusahaan bisa membuat rekam jejak lengkap data historis tersebut yang juga bisa menjadi bukti bagi karyawan atau mantan karyawan apabila mereka butuh untuk memperlihatkan pengalaman kerja mereka pada calon perusahaan.

 

3. Meningkatkan produktivitas

HR juga dapat memanfaatkan blockchain untuk mencatat dan memetakan keterampilan dan kemampuan karyawan di perusahaannya. Mungkin sudah banyak perusahaan melakukan pencatatan ini melalui penilaian kinerja. Namun, dengan menggunakan blockchain data-data tersebut bisa menjadi informasi bisnis. Contohnya, menentukan pegawai yang tepat untuk mendapatkan promosi internal, berapa banyak pegawai yang perlu direkrut, dan siapa pegawai yang memiliki kompetensi yang tepat untuk sebuah proyek.

 

 

sources:

https://jaxenter.com/blockchain-appealing-hr-pros-142823.html

https://www.peoplematters.in/article/hr-technology/heres-what-you-should-know-about-blockchain-in-recruitment-17869

 

 

Recent Posts

Start typing and press Enter to search