Bagaimana Perusahaan Anda Memperlakukan Karyawan, Sebagai Aset atau Biaya?

 In Artikel

Successful companies regard employees as their most valuable asset and biggest investment.Rasanya tak ada perusahaan yang akan membantah kalimat tersebut. Tapi, apakah perusahaan Anda sudah memperlakukan karyawan sebagai aset berharga?

 

Investasi atau biaya?

Human resource management (HRM) dan human capital management (HCM) sangat berbeda dalam konsep pengelolaan karyawan. ‘Resource’ dan ‘capital’ punya makna berbeda. Karyawan sebagai ‘resource’ atau sumberdaya ada untuk dieksploitasi. Sedangkan karyawan sebagai ‘capital’ atau modal harus dikembangkan agar menghasilkan nilai.

Menurut Garry Dessler Human Resource Management (HRM) adalah kebijakan dan praktek menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen dalam  proses merekrut, melatih, menilai dan memberikan kompensasi kepada karyawan, memperhatikan hubungan kerja mereka, kesehatan, keamanan dan masalah keadilan.

Menurut Edward Houghton, peneliti senior CIPD Istilah human capital menggambarkan karyawan dan nilai intangible-nya – sekumpulan pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan kapasitas – untuk berkembang dan berinovasi. Jadi, human capital management (HCM) adalah pendekatan manajemen yang fokus terhadap karyawan sebagai aset daripada biaya. Senada dengan Houghton, menurut Brian Kreissl, product development manager for Thomson Reuters Legal Canada’s human resources, HCM melihat manusia dan pengeluaran pegawai sebagai investasi daripada biaya.

Jika disimpulkan, HRM adalah pendekatan manajemen yang melihat SDM sebagai sumber pendukung operasional perusahaan yang merupakan biaya dan harus dikelola. Adapaun HCM lebih melihat SDM sebagai aset yang perlu dikembangkan untuk menciptakan sebuah nilai.

 

Human resource atau human capital management?

Di era economy based knowledge, perusahaan dihadapkan pada tantangan berupa perang talent, kepemimpinan efektif, motivasi, retensi, masalah kultur, kehilangan produktivitas, dan lainnya. Untuk memenuhi tantangan tersebut, perusahaan perlu berinvetasi pada kompetensi atau aset intangible yaitu manusia. Maka, diperlukan adanya departemen HCM dalam sebuah perusahaan.

Lalu lebih penting mana HRM atau HCM? Keduanya memang dari disiplin yang berbeda, tapi pada praktiknya keduanya saling bergantung dan merupakan komponen mendasar yang dibutuhkan sebuah perusahaan jika ingin berkembang dan bersaing. Perusahaan tak bisa mengunggulkan satu elemen dan menganaktirikan elemen yang lain.

Untuk mengimplementasikan strategi HCM, perusahaan membutuhkan infrastruktur HRM yang solid. Strategi pengembangan karyawan akan menghasilkan nilai terbaik jika karyawan-karyawan yang direkrut memiliki potensi terbaik untuk dikembangkan. Begitu juga sebaliknya, jika perusahaan hanya berfokus pada sistem dan prosesnya dan tak memiliki strategi jangka panjang untuk rekrutmen dan retensi karyawan, perusahaan akan kehilangan karyawan terbaiknya.

 

 

Sumber:

Garry Dessler, Manajemen Sumber Daya Manusia Jilid I ( Jakarta, PT. Indeks, 2006)

https://www.cipd.co.uk/knowledge/strategy/analytics/human-capital-factsheet

http://www.hrreporter.com/columnist/hr-policies-practices/archive/2014/07/22/human-resources-versus-human-capital-management/

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search