Investasi Bodong Ala ‘The Next Steve Jobs’ Rugikan Miliaran Dolar

 In Artikel

Securities and Exchange Commission (SEC) melayangkan tuduhan terhadap Elizabeth Holmes, pendiri dan CEO Theranos, untuk sebuah investasi bodong yang merugikan para investor miliaran dolar dan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Wanita yang drop-out dari Stanford dan mendapatkan julukan ‘The next Steve Jobs’ ini punya kisah berliku dalam membangun Theranos hingga akhirnya Rabu lalu (14/3) harus menelan pil pahit dengan membayar penalti senilai 500 ribu dolar AS dan 10 tahun larangan menjabat sebagai direktur di perusahaan publik.

Theranos, perusahaan yang didirikan Holmes pada tahun 2003, memproduksi perangkat portable analisis darah yang diklaim Holmes mampu mendiagnosa berbagai penyakit seseorang – termasuk kanker, hanya dengan setetes darah dari jari, tanpa rasa sakit, berbiaya murah dan memberikan hasil yang cepat. Perempuan yang pernah masuk dalam jajaran America’s Richest Entrepreneurs Under 40 pada tahun 2015 ini mengakui perangkat portable tersebut terinspirasi dari pengalamannya saat kecil yang takut akan jarum suntik.

Holmes dan Theranos mulai mendapat sorotan pada tahun 2013 saat perangkat analisis darah mereka masuk ke gerai Walgreens di seluruh Amerika Serikat. Menurut laporan investigasi The Wall Street Journal tahun 2015, Theranos mendapatkan lebih dari 700 juta dolar AS dari investor pada kurun waktu 2003 hingga 2015 dengan valuasi perusahaan lebih dari 9 miliar dolar AS. Dalam laporan tersebut, reporter John Carreyrou mengatakan bahwa klaim-klaim terhadap perangkat Theranos berlebihan hingga memicu SEC untuk melakukan investigasi terhadap Holmes dan Theranos.

Seperti kasus penipuan pada umumnya, kasus Holmes juga menunjukkan beberapa indikasi kecurangan yang seharusnya menjadi perhatian para investor sebelum mengambil keputusan. Apa sajakah itu?

 

1. Laporan keuangan tak berdasar

Para pelaku kecurangan akan melakukan segala cara untuk menarik minat target, termasuk memberikan laporan keuangan palsu yang dilebih-lebihkan. Tak jarang investor perlu menilai secara skeptis laporan semacam itu.

Mantan Presiden Theranos, Ramesh ‘Sunny’ Balwani, dan Holmes mengatakan pada investor bahwa perusahannya sudah atau akan menghasilkan 100 juta dolar AS pada tahun 2014 dan akan menghasilkan 1 miliar dolar AS pada tahun 2015.

Dokumen keuangan yang ditunjukkan pada investor mengklaim bahwa Theranos akan menghasilkan omzet 95 juta dolar AS yang berasal dari berbagai lini usaha, termasuk layanan farmasi dan layanan laboratorium di RS dan klinik dokter. Namun, hasil penyelidikan SEC membuktikan bahwa lini usaha tersebut tak ada yang menghasilkan omzet dan dokumen keuangan yang ditunjukkan tersebut tak berdasar.

… Baca selanjutnya

 

 

 

Sumber:

https://www.fastcompany.com/3062433/scientists-wanted-transparency-from-theranos-but-got-a-product-launch-Instead

https://www.foxbusiness.com/markets/theranos-founder-elizabeth-holmes-settles-with-sec-anatomy-of-the-fraud

https://www.vox.com/science-and-health/2018/3/14/17120606/theranos-sec-charges-fraud-elizabeth-holmes

Photo: CNBC/2015 CNBC Media, LLC (http://nymag.com/daily/intelligencer/2016/05/theranos-voids-two-years-of-blood-test-results.html)

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search