5 Perusahaan Global yang Sukses Meretensi Karyawan

 In Artikel

Karyawan adalah jantung perusahaan. Istilah tersebut tak berlebihan, buktinya mungkin tak sedikit leader yang dibuat pusing karena bongkar pasang anak buah. Berdasarkan hasil penelitian Willis Tower Watson, lebih dari separuh perusahaan dari seluruh dunia mengalami kesulitan meretensi karyawannya.

Padahal turnover tinggi bisa menyebabkan cost yang tinggi dan memengaruhi performa bisnis perusahaan ke depannya. Perusahaan perlu mencari cara untuk meretensi karyawannya. Apa itu retensi karyawan? Retensi karyawan adalah upaya yang digunakan perusahaan untuk membuat karyawan potensial tinggal lebih lama.

Beberapa perusahaan global berikut sukses meretensi karyawannya. Strategi yang mereka terapkan mungkin bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan Anda dalam merancang kebijakan untuk meretensi karyawan.

 

1. Netflix – Memperlakukan karyawan seperti orang dewasa

Bagi Patty McCord, Chief Talent Officer pertama Netflix, hal terbaik yang perlu perusahaan lakukan setelah merekrut orang dewasa untuk bekerja adalah memperlakukan mereka seperti orang dewasa. Caranya, dengan memberikan kepercayaan penuh pada karyawan. Netflix membuat kebijakan liburan tanpa batas. Karyawan bisa menentukan sendiri kapan mereka ingin berlibur dan berapa lama selama tak menggangu efektivitas dan efisiensi operasional perusahaan. Mereka mendapatkan kepercayaan penuh untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaan. Bagi manajemen bergaya komando dan kontrol, kebijakan ini tentu tak terpikirkan. Kebijakan ini menjadi salah satu penyumbang rata-rata tingkat retensi yang tinggi bagi Netflix.

 

2. Big Spaceship – Tak sepelekan kesenangan

Bagi Big Spaceship jargon “The health and harmony of your team is part of your job” menjadi acuan dalam membentuk kebijakan perusahaan. Ada tiga prinsip dasar yang dipraktikkan oleh raksasa digital agency ini. Pertama, bermain dan bekerja haruslah seimbang. Big Spaceship sangat mendorong karyawannya untuk  berinteraksi secara langsung satu sama lain dan melakukan ritual tim untuk mempererat hubungan. Kedua, memperbolehkan karyawan membawa anjing peliharaan yang terbukti mampu meningkatkan rasa tenang dan bahagia. Ketiga, memperbolehkan karyawannya untuk meninggalkan workstationdan keluar kantor karena Big Spaceship percaya bahwa duduk sepanjang hari sangat tak sehat dan mengurangi produktivitas.

 

3. Hyatt – Mendengarkan

Raksasa bisnis hotel ini menekankan pentingnya mendengarkan karyawan dengan memanfaatkan pendekatan “Change the Conversation” berdasarkan prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh Standford School of Design. Hyatt memberikan kepercayaan pada karyawannya mencari solusi kreatif dalam menyelesaikan masalah dan tugas-tugas mereka, bahkan menjadikan karyawan sebagai sumber referensi untuk merekrut karyawan baru/leader melalui Employee Referral Program.

 

4. Ericsson – Waktu kerja fleksibel

Ericsson percaya bahwa work-life balance sangat penting agar para karyawannya nyaman bekerja dan bisa menjalankan peran mereka dengan optimal, namun tak mengganggu performa perusahaan. Oleh karena itu, sejak tahun 2015 perusahaan telekomunikasi dan jaringan multinasional ini merilis kerangka jam kerja fleksibel yang mana tersedia pilihan jam kerja bagi karyawan yaitu: 1) Bekerja dari rumah, 2) bekerja dengan jam kerja fleksibel, dan 3) Bekerja part-time. Upaya ini berhasil meretensi 93 dari setiap 100 karyawan Ericsson.

 

5. DreamWorks Animation – Reward untuk karyawan

Memberikan reward bagi karyawan tak melulu berupa nominal, seperti yang dilakukan DreamWorks Animation dengan memberikan penghargaan berupa paid opportunity untuk mendekorasi ruang kerja dan pesta perusahaan setiap kali setelah proyek besar tuntas. Melalui penghargaan seperti ini, perusahaan mendorong para karyawannya untuk menghilangkan penat, mengekspresikan kreativitas dan mempererat kebersaman sambil memamerkan prestasi kerja mereka pada karyawan lainnya.

 

 

Sumber:

https://www.peoplematters.in/article/employee-relations/

http://www.snacknation.com/blog/how-to-retain-employees/

http://www.humanresourcesonline.net/case-study-ericsson-successfully-retains-93-every-100-employees/

https://www.researchgate.net/publication/277888178_Retention_Factors_and_Their_Relative_Significance_in_Ceramic_Manufacturing_Industries_in_India

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search