85% Karyawan Di Dunia Tak Bahagia Dengan Pekerjaannya

 In Artikel

Keterikatan pegawai atau kerap disebut dengan istilah ‘employee engagement’, menjadi jargon yang terus didengungkan di kalangan praktisi human resource management. Jargon ini pertama kali diperkenalkan oleh sekelompok peneliti Gallup pada tahun 2004 dan menjadi elemen penting bagi kemajuan sebuah perusahaan. Mengapa ?

Menurut Gallup, pada dasarnya ada tiga jenis karyawan di dalam sebuah organisasi yaitu karyawan yang engaged, disengaged, dan actively-disengaged. Karyawan yang engaged, yaitu mereka yang bekerja dengan semangat tinggi dan merasakan ikatan kuat dengan perusahaannya. Mereka inilah aset berharga perusahaan.

 

Apa itu employee engagement?

Banyak yang mengartikan employee engagement adalah motivasi, kepuasan, dan kebahagiaan karyawan. Memang benar bahwa elemen-elemen tersebut berkontribusi terhadap tingkat employee engagement, namun pada batas tertentu. Contohnya, karyawan mungkin saja bahagia dengan pekerjaannya karena tak banyak yang ia lakukan sehingga ia bisa memiliki lebih banyak waktu untuk menonton YouTube. Itu artinya, karyawan yang bahagia belum tentu engaged dengan pekerjaannya. Tapi, karyawan yang engaged cenderung bahagia dengan pekerjaannya.

Pada dasarnya employee engagement adalah sebuah keadaan atau perilaku yang mendorong karyawan bergairah dengan pekerjaannya sehingga mereka memberikan hati, energi dan pikiran untuk pekerjaan tersebut. Berdasarkan survei Gallup, perusahaan dengan tingkat employee engagement yang tinggi, produktivitas meningkat hingga 20% dan profit meningkat hingga 21%.

Pada akhirnya employee engagement meningkatkan profit, mendorong pengembangan bisnis, mengurangi turnover rate, dan meningkatkan efisiensi perusahaan. Sayangnya, berdasarkan laporan State of Global Workplace dari 155 negara yang disurvei, rata-rata orang dewasa yang bekerja penuh waktu dan merasa engaged hanya 15%. Itu artinya ada sekitar 85% karyawan diseluruh dunia yang merasa tidak engaged atau tak bahagia dengan pekerjaan mereka.

 

Bagaimana mendorong employee engagement?

Tak ada pendekatan yang ‘one-size for all’ jika berbicara program untuk mendorong employee engagement. Setiap perusahaan memiliki kepribadian dan masalah masing-masing yang berkontribusi pada tingkat employee engagement. Penting bagi perusahaan untuk mengukur tingkat employee engagement dan mencari akar permasalahan sehingga perusahaan bisa merancang program yang sesuai.

Namun, banyak dari hasil penelitian yang menekankan pada tujuh faktor kunci yang mendorong tingkat employee engagement. Selain berpedoman pada hasil pengukuran dan akar masalah, penyesuaian terhadap ketujuh faktor kunci berikut ini bisa membantu perusahaan dalam merancang program yang tepat:

  1. Sifat pekerjaannya
  2. Pekerjaan yang berarti dan terarah
  3. Peluang untuk berkembang
  4. Pengakuan dan penghargaan
  5. Hubungan yang efektif dan asertif
  6. Komunikasi berkualitas
  7. Kepemimpinan yang menginspirasi

 

 

Sumber:

http://www.managerlenchanteur.org/wp-content/uploads/Gallup-State-of-the-Global-Workplace-Report-2017_Executive-Summary.pdf

https://iveybusinessjournal.com/publication/the-millennials-a-new-generation-of-employees-a-new-set-of-engagement-policies/

http://www.employment-studies.co.uk/system/files/resources/files/469.pdf

http://news.gallup.com/reports/191489/q12-meta-analysis-report-2016.aspx?g_source=ServiceLandingPage&g_medium=copy&g_campaign=tabs

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search