Ungguli Para Pelaku Kecurangan, Ini Pentingnya Perusahaan Asuransi Memanfaatkan Analisis Big Data

 In Artikel

Industri asuransi global adalah sektor bisnis terbesar di dunia dengan omzet tahunan mencapai  4,6 triliun USD dan portofolio aset mencapai 25 triliun USD berdasarkan data Berkeley Lab. Namun, kecurangan asuransi juga menjadi fenomena dunia yang merugikan perusahaan asuransi hingga jutaan dolar.

Seiring dengan kemajuan teknologi digital, semakin cerdik para pelaku kecurangan mencari celah sehingga metode deteksi kecurangan cara tradisional tak berhasil mencegahnya. Oleh karena itu, perusahaan asuransi membutuhkan teknologi terbaru untuk tetap berada selangkah di depan para pelaku kecurangan. Caranya, dengan memanfaatkan analisis Big Data.

 

Peran analisis Big Data dalam deteksi kecurangan

Setiap hari kita menciptakan banyak data, dari penggunaan media sosial, aplikasi, browser, kartu kredit, CRM, kamera, aplikasi dan perangkat lainnya. Meningkatnya adopsi perangkat digital mendorong dihasilkannya data-data tersebut secara konstan. Nah, inilah yang disebut Big Data dan bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi kecurangan.

Saking besarnya volume dan kecepatan data tersebut dihasilkan dari berbagai macam sumber, maka dibutuhkan sebuah cara atau metode untuk mengelola sehingga dari data-data tersebut bisa dihasilkan nilai atau interpretasi yang dibutuhkan untuk mendeteksi kecurangan. Di sinilah peran analisis. Analisis mengintegrasikan Big Data dari berbagai sumber, termasuk data tak terstruktur, contohnya data dari media sosial. Data-data tak terstruktur inilah yang sangat membantu dalam menganalisis kecurangan.

 

Keuntungan memanfaatkan analisis Big Data

Dengan Big Data dan analisis, perusahaan bisa mendeteksi potensi kecurangan pada empat tahap siklus asuransi yaitu, penjualan, claim handling, investigasi atau post claim. Hal ini memungkinkan perusahaan memiliki wawasan komprehensif terhadap setiap pemegang polis.

Meskipun menganalisis big data sangat menantang, namun cara ini memungkinkan perusahaan asuransi memahami korelasi jauh lebih awal dalam siklus hidup polis dan mengembangkan pemahanan yang lebih dalam terkait risiko kecurangan. Berdasarkan data Wsdecisionpoint perusahaan asuransi properti yang memanfaatkan metode analisis Big Data melaporkan 40% perbaikan pada referral time, 50% lebih pada referrals, 2,5 kali pengurangan rerata waktu investigasi dan biaya investigasi 1,4 kali lebih rendah dari rata-rata biaya investigasi perusahaan yang tak memanfaatkan analisis big data.

 

 

Sumber:

https://www.wnsdecisionpoint.com/our-insights/reports/detail/47/insurance-fraud-detection-and-prevention-in-the-era-of-big-data

https://www.infosys.com/industries/insurance/white-papers/Documents/new-whistleblower-insurance-fraud.pdf

https://www.the-digital-insurer.com/wp-content/uploads/2014/01/94-NT-Insurance-Whitepaper1.pdf

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search