3 Metode Revolusioner Analisis Big Data Dalam Deteksi Kecurangan Asuransi

 In Artikel

Teknologi analisis Big Data membawa perubahan revolusioner bagi sebuah bisnis, salah satunya dalam area deteksi fraud atau kecurangan. Teknologi ini membantu bisnis dengan menghasilkan wawasan deteksi kecurangan yang belum pernah ada sebelumnya. Seperti apa implementasi analisis Big Data? berikut tiga model kunci implementasi Big Data dalam membantu perusahaan asuransi mencegah terjadinya kecurangan.

 

Predictive modeling

Pemeriksaaan klaim asuransi manual memakan waktu dan memungkinkan terjadinya error karena tak mungkin personel memeriksa setiap detail dokumen yang berlembar-lembar. Predictive modeling mampu memeriksa data memungkinkan deteksi kecurangan secara proaktif dengan mengidentifikasi pola dan hubungan antara manusia dan data (diantaranya data cuaca, voice recording, data historis gaji, klaim medis, cuaca, dan lain-lain).

Contohnya, seorang pekerja mengajukan klaim karena matanya terluka. Dengan analisa predictive, perusahaan asuransi bisa saja mengetahui pembicaraan si pekerja ini di sebuah forum tentang film yang baru ia tonton beberapa saat setelah terjadinya kecelakaan tersebut. Informasi ini membantu investigator memeriksa kemungkinan adanya detail klaim yang tak salah sebelum terjadinya proses pembayaran.

 

Social Network Analysis (SNA)

Media sosial menghubungkan setiap individu di belahan dunia manapun dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya. Jutaan posting di media sosial menghasilkan data dalam jumlah sangat besar yang menciptakan jaringan-jaringan sosial. Dari jaring-jaringan inilah sudah banyak penelitian yang diterapkan dalam bidang keamanan, termasuk untuk melawan pencucian uang, melacak aktivitas teroris, mengidetifikasi perdagangan rahasia dan mencegah upaya kecurangan.

SNA memungkinkan perusahaan secara proaktif meneliti sejumlah besar data untuk menemukan hubungan melalui jaringan dan simpul. Contohnya, awalnya mungkin sebuah kecelakaan mobil terlihat wajar. Namun, ternyata saat dilakukan pemeriksaan dengan SNA ditemukan bahwa alamat salah seorang korban kecelakaan atau kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut ternyata sudah pernah terlibat dengan banyak klaim asuransi lainnya. Kemampuan big data memberikan informasi semacam itu membantu perusahaan menghemat waktu dan memberikan wawasan terkait parameter-parameter kecurangan.

 

CRM sosial

Media sosial kini menjadi bagian dari strategi digital banyak perusahaan. penting bagi perusahaan untuk menghubungkan media sosial dengan CRM (Customer Relationship Management) perusahaan. Dengan menggunakan informasi yang dikumpulkan dari CRM sosial, perusahaan bisa memahami trend perilaku dan permintaan konsumen dan preferensi yang membentuk CRM sosial secara lebih transparan. Tools CRM sosial mampu mencari jutaan posting media sosial, termasuk blog, Twitter, dan platform lainnya untuk mencari informasi yang dibutuhkan.

Contohnya, dengan memanfaatkan CRM, investigator bisa mencari tahu apakah individu yang mengajukan klaim memiliki hubungan dengan orang lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Investigator juga bisa mengetahui di mana individu yang mengajukan klaim ini berada saat terjadi kecelakaan melalui GPS data. Data-data tak terstruktur seperti itu membantu investigator menggali informasi lebih cepat dan detail terkait nasabah asuransi.

 

 

Sumber:

https://www.infosys.com/industries/insurance/white-papers/Documents/new-whistleblower-insurance-fraud.pdf

https://www.the-digital-insurer.com/wp-content/uploads/2013/12/53-insurance-fraud-detection.pdf

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search