7 Kategori RegTech yang Akan Mengubah Wajah Sistem Institusi Finansial Skala Global

 In Artikel

Mau tak mau, suka tak suka pada akhirnya gelombang financial technology (FinTech) akan mengubah sistem institusi finansial dalam skala global. Institusi finansial hanya memiliki dua pilihan: mengadopsi FinTech atau punah.

Semakin banyak institusi finansial yang mengadopsi FinTech, semakin meningkat pula permintaan desain sistem untuk melawan kecurangan finansial. Hal ini menunjukkan selain membawa lebih banyak lagi keuntungan, adopsi FinTech membawa risiko yang lebih tinggi lagi bagi industri finansial.

Tak heran jika institusi finansial rela menggelontorkan triliunan dolar untuk untuk mengembangkan metode yang cepat dan efisien dalam rangka memenuhi kewajiban sistem kepatuhan mereka demi mencegah terjadinya kejahatan finansial. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka lahirlah regulatory technology (RegTech).

Sebut saja Digital Reasoning, Open Gamma, Token, dan ada masih banyak lainnya adalah startup RegTech yang kini bermunculan. Dari sejumlah startup tersebut, berdasarkan produk yang mereka tawarkan, RegTech bisa dikategorikan menjadi beberapa, yaitu:

 

1. Market surveillanceTools ini memungkinkan institusi mengawasi peserta dan mengidentifikasi aksi ilegal berdasarkan data perdagangan, transfer uang, informasi pasar, newsfeeds, chat dan email. Mereka menggabungkan analisis data lanjutan dengan ilmu perilaku untuk memberikan cara yang lebih cepat dan efisien untuk mengelola perilaku.

2. Regulatory ReportingRegulatory reporting melibatkan banyak sumber database dan mengombinasikannya menjadi satu dataset lengkap. Regulatory reporting telah dikembangkan untuk mengatasi inkonsistensi sumber informasi karena banyaknya dataset yang punya kecenderungan tak lengkap dan salah. Banyak dari produk regulatory reporting juga mengawasi regulasi untuk memastikan peserta menggunakan format reporting terbaru.

3. Stress Testing/Capital PlanningTools ini memungkinkan institusi layanan finansial membuat uji skenario untuk mengelola risiko, memperhitungkan modal yang dibutuhkan dan tes tekanan pembukuan.

4. Deteksi kecurangan – Solusi untuk melawan kecurangan internal dan eksternal sangat terkait dengan tools untuk mengidentifikasi verifkasi dan peringatan adanya aktivitas mencurigkan. Tools ini memungkinkan institusi menggunakan sumber data dinamis (perilaku, transaksional dan sosial) dan analisa kompleks untuk memvalidasi transaksi atau pembukaan akun individu, mengawasi dan mendeteksi berbagai aktivitas curang.

5. Keamanan siber – Ketentuan peraturan khusus keamanan siber dan kewajiban vendor menempatkan tanggung jawab pada lembaga keuangan untuk bertanggung jawab atas sistem vendor mereka dan juga kebutuhan mereka sendiri. Tools ini memenuhi kebutuhan ini untuk memantau vendor dan mitra pihak ketiga eksternal yang beroperasi di luar perusahaan.

6. Manajemen risiko – Pengelolaan risiko tradisional pada layanan keuangan sering memfokuskan pada operasi front-end seperti batas perdagangan dan nilai pada perhitungan risiko. Tools baru memungkinkan perusahaan untuk mengatasi risiko ini dengan lebih baik.

7. Customer Due Diligence (CDD)/Know Your Customer (KYC)Tools ini membuat onboarding klien lebih efisien dengan mengurangi kerja manual yang sering terjadi. Solusi ini memanfaatkan peran perangkat mobile yang berkembang (ada lebih dari 5 miliar pengguna ponsel di dunia saat ini) dengan menangkap jejak digital yang dibuat oleh perangkat mobile untuk memverifikasi identitas pengguna untuk tujuan verifikasi identitas dan KYC. Unique identifier atau teknologi blockchain memiliki peran potensial di sini.

 

 

Sumber:

Fsroundtable

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search