Hanya 1 Dari 4 Karyawan Millennial yang Loyal, Apa yang Harus Perusahaan Lakukan?

 In Artikel, Indonesia

Generasi milenium atau millennial selain dikenal sebagai generasi yang melek teknologi, juga dikenal sebagai generasi yang berani mengambil risiko soal karir. Dibanding generasi sebelumnya, karakteristik generasi yang lahir tahun 1982-2004 ini cenderung lebih mudah berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya dalam rentang waktu singkat.

Hasil riset Dale Carnegie Indonesia yang dirilis pada Oktober 2017 menyebutkan bahwa hanya 25% karyawan  millennial yang terlibat sepenuhnya dengan perusahaan di mana mereka bekerja. Sisanya, sebanyak 66% terlibat sebagian dan 9% menolak terlibat.

Riset ini dilakukan terhadap 1.200 karyawan millennial dan generasi sebelumnya untuk mengetahui tingkat keterlibatan mereka dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Dalam survei tersebut tingkat keterlibatan dibagi menjadi 3 yaitu, terlibat sepenuhnya, terlibat sebagian dan menolak terlibat.

Keterlibatan – secara emosional dan intelektual, penting dimiliki karyawan karena memengaruhi performa terbaik mereka di perusahaan. Karyawan yang terlibat sepenuhnya cenderung loyal, bekerja produktif dan berkualitas. Sayangnya, hasil survei menemukan hanya 25% atau hanya 1 dari 4 karyawan millennial yang mengaku terlibat sepenuhnya dengan perusahaan.

Fenomena ini bisa merugikan dan menguntungkan perusahaan. Di satu sisi, keempat karyawan tersebut berpotensi menyumbang turnover rate pada sebuah perusahaan. Namun di sisi lain, mereka berpotensi menjadi talenta baru yang dicari oleh perusahaan lain – tentu dengan catatan apabila perusahaan tersebut mampu mempertahankan mereka.Fenomena ini perlu mendapat perhatian serius dari perusahaan karena millennial diprediksi akan mendominasi angkatan kerja tahun 2020-2035.

Jadi, apa yang millennial cari dari sebuah perusahaan? Berdasarkan hasil riset Gallup yang berjudul How Millennials Want to Work and Live,lima faktor utama ini adalah atribut yang penting menurut millennial saat mereka melamar pekerjaan:

  • Peluang untuk belajar dan berkembang
  • Kualitas pemimpin
  • Kualitas manajemen
  • Ketertarikan mereka terhadap jenis pekerjaan
  • Peluang untuk kemajuan karir

Senada dengan riset Gallup, riset oleh Dale Carnegie 2017 yang bertajuk Corporate Culture menyebutkan bahwa kultur perusahaan memberi dorongan terhadap keterlibatan dan kinerja karyawan. Kultur tersebut termasuk di antaranya keselarasan nilai, penghargaan dan pengakuan yang adil, dan komunikasi yang transparan.

Intinya, perusahaan masa kini ditantang untuk menjawab pertanyaan: Beranikah dan mampukah perusahaan membangun budaya kerja baru untuk para millennial?

 

 

Sumber:

Del Carnegie

http://news.gallup.com/businessjournal/191585/millennial-job-hoppers-seek.aspx?g_source=Business+Journal&g_medium=sidebottom&g_campaign=tiles

https://www.wartaekonomi.co.id/read159360/dale-carnegie-hanya-25-persen-millennial l-terlibat-sepenuhnya-dengan-perusahaan.html

https://www.theatlantic.com/national/archive/2014/03/here-is-when-each-generation-begins-and-ends-according-to-facts/359589/

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search