80% Turnover Karyawan Disebabkan Oleh Bad Hiring Decision, Ini 5 Kerugian yang Dialami Perusahaan

 In Artikel

Salah satu tantangan dalam dunia bisnis adalah turnover(perputaran) karyawan. Turnover rate di sebuah perusahaan dikatakan tinggi apabila dalam setahun mencapai lebih dari 10%. Kerugian yang dialami perusahaan karena turnover ratetinggi tak hanya bisa dihitung secara nominal, tapi ada juga kerugian intangible yang memengaruhi performa perusahaan di masa mendatang. Apa saja  kerugian yang sebenarnya ditanggung oleh perusahaan?

 

1. Biaya perekrutan

Kerugian ini jelas bisa dihitung. Biaya perekrutan yaitu biaya yang dibutuhkan mulai dari mencari hingga merekrut kandidat, termasuk biaya iklan lowongan kerja, screening, dan interview.

 

2. Biaya training

Training karyawan tidaklah gratis dan sering kali mahal. Belum lagi tenaga dan waktu yang dialokasikan oleh karyawan mungkin dari divisi lain untuk memonitor jalannya training hingga terjadi penurunan produktivitas pada divisi tersebut.

 

3. Peluang yang hilang

Biaya peluang adalah biaya proyek atau peluang yang hilang karena perusahaan tak punya cukup sumberdaya manusia untuk mengambil peluang tersebut. Contohnya, tidak bisa hadir dalam trade expo karena kekurangan karyawan atau panggilan telepon dari calon konsumen tapi tak ada yang mengangkat. Biaya-biaya dari peluang yang hilang tersebut mungkin sulit diukur, tapi nyata adanya.

 

4. Produktivitas menyusut

Turnover yang tinggi memicu buyarnya fokus karyawan yang tersisa sehingga produktivitas menurun. Selain itu, produktivitas karyawan baru juga menjadi masalah. Menurut pakar bisnis, Josh Bersin, of Bersin by Deloitte, seorang karyawan baru membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk mencapai tahap produktivitas yang sama dengan karyawan lama.

 

5. Dampak moral

Turnover rate tinggi berdampak negatif bagi moral pegawai yang masih bekerja di perusahaan tersebut. Semakin banyak karyawan yang keluar, makin membuat karyawan yang tersisa resah, tak bersemangat dan mendorong mereka untuk ikut mencari peluang yang lebih baik di luar sana. Jika semangat karyawan yang menurun ini memengaruhi hingga ke kultur perusahaan, maka akan sulit bagi perusahaan untuk menarik talenta-talenta yang bagus.

 

Kerugian-kerugian di atas (termasuk kerugian intangible) adalah kerugian yang harus ditanggung perusahaan untuk mendapatkan pegawai baru atau turnover cost. Menurut ERE Media, turnover cost secara umum bisa dihitung berdasarkan level karyawan. Perusahaan harus mengeluarkan rata-rata biaya 30-50% dari gaji tahunan seorang pegawai entry-level, 150% dari gaji tahunan seorang pegawai mid-level, dan hingga 400% dari gaji tahunan pegawai senior.

Katakanlah sebuah perusahaan kehilangan 4 pegawai entry-level dengan gaji setahun masing-masing 48 juta rupiah. Jika teori tersebut diimplementasikan dengan menggunakan persentase minimal 30%, maka perusahaan harus mengeluarkan biaya kira-kira 57,6 juta untuk mendapatkan pegawai baru.

Berdasarkan data Harvard Business Review, bad hiring decision menjadi penyebab 80% turnover karyawan. Oleh sebab itu, proses pre-employment screening menjadi tahap kritis. Proses ini memang mahal dari segi waktu dan biaya . Namun, lebih baik menginvestasikan modal untuk memilih kandidat yang tepat daripada menderita kerugian lebih banyak di kemudian hari.

 

 

Sumber:

https://www.huffingtonpost.com/julie-kantor/high-turnover-costs-way-more-than-you-think_b_9197238.html

http://hr.sparkhire.com/talent-management/how-high-turnover-impacts-your-employees/

http://www.humanresourcestoday.com/2017/employee-engagement/retention-and-turnover/?open-article-id=6267462&article-title=17-shocking-truths-about-high-employee-turnover–infographic-&blog-domain=switchandshift.com&blog-title=switch-and-shift

https://www.tlnt.com/what-was-leadership-thinking-the-shockingly-high-cost-of-employee-turnover/

 

 

Recommended Posts

Start typing and press Enter to search